SERTIFIKASI DAN TANGGUNG JAWAB GURU


Oleh : Syaiful
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, kini terlihat menuai hasil. Sebahagian dari jutaan guru dan dosen di Indonesia, telah lulus dan dan mendapatkan Sertifikat Guru/dosen Profesional. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada guru/dosen profesional.

Tentu saja mereka bangga dan bahagia karena cita-cita hidup sejahtera akan segera nyata dengan diberikannya tunjangan profesi yang besarnya satu kali lipat gaji pokok. Jadi bila seorang guru menerima gaji pokok Rp 2.300.000, setelah mengantongi sertifikat guru profesional, ia mendapat gaji Rp 4.600.000 per bulan ditambah tunjangan lainnya.

Kalau kita melihat kebelakang ternyata masih banyak lagi guru honor yang mengajar di sekolah-sekolah negeri dan swasta, mereka hidup prihatin. Gaji mereka masih jauh di bawah UMR berkisar Rp 150.000 sampai Rp 300.000. Betapa jauh berbeda pendapatan mereka antara guru honor dengan guru yang sudah mendapat sertifikat professional, padahal tugas dan kewajiban mereka relatif sama. Mau dikemanakan nasib guru yang belum sertifikasi jumlah mereka cukup banyak mungkin jutaan.

Guru dan dosen yang telah meperoleh sertifikat propesional menyandang tanggung jawab yang amat berat yaitu harus mampu mendongkrak mutu pendidikan nasional yang sampai saat ini masih berada di level rendah. Kenaikan gaji 100 persen sebaiknya dapat diimbangi dengan 100 persen peningkatan kompetensi, dedikasi, dan prestasi. Mungkinkah ini bisa terjadi? Hanya Allolah yang tau.

Kita semua tau syarat menyandang guru yang professional sangatlah berat diantaranya : memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia, memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas,memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai bidang tugas, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalannya.

Bukankah sekarang cukup banyak sarjana formalitas? Kualifikasi kesarjanaanya perlu dipertanyakan karena tidak sesuai dengan kualitas intelektual, moral, dan spiritualnya. Memang benar pula umumnya guru yang disertifikasi telah memiliki jam terbang lama, pangkat, tingkat dan golongannya tinggi. Tapi benarkah jam terbang lama, pangkat, tingkat dan golongan tinggi otomatis memiliki kualifikasi dan kompetensi tinggi pula. Sekali lagi hanya Alloh lah yang tau.

Perlu kiranya dipahami dan disadari oleh para guru/dosen bahwa kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Alloh SWT berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, serat menjadi warga Negara serta bertanggung jawab atas tujuan Pendidikan Nasional. Insya Alloh dengan ini kinerja guru professional akan tercapai.

19 Tanggapan

  1. Kalo mo hitung-hitungan… penghasilan guru (honorer maupun PNS) sebenarnya lebih banyak bila dibandingkan dengan PNS selain guru.
    Hanya saja yang perlu diterapkan adalah tujuan para guru mengajar. Dikatakan demikian karena masih banyak guru yang hanya mengejar target jam mengajar dan tidak memperhatikan perkembangan pengetahuan muridnya. Jumlah murid bukanlah suatu alasan untuk tidak memperhatikannya.
    salam.

  2. wah benar itu pak…!

    memang guru adalah tenaga profesional yang kudu digugu dan ditiru… ^_^

    maen2 ke tempat saya yah!

  3. sertifikasi tak menjamin guru akan lbh baik
    yang penting bagaimana meningkatkan
    kualitas SDM guru tanpa mengabaikan
    pembinaan kualitas akhlaknya

  4. mampir pak, salam kenal aja deh

  5. Pemerintah tidak seharusnya menceburkan guru dalam kubangan sertifikasi, padahal biaya untuk proyek sertifikasi sangat besar, apa nggak sebaiknya langsung saja meningkatkan kesejahteraan guru. Hak guru untuk mendapatkan kesejahteraan …

  6. Tahniah buat semua guru di Indonesia. Semoga semua usaha, komitmen dan penat guru sentiasa dihargai dalam semasa ke semasa. ternyata mengajar bukan kerja yang mudah. perlukan sifat kasih sayang, belas kasihan dan amanah.

    Terima kasih atas kunjungan ke laman saya. Semoga pencerahan ini dapat dikongsikan bersama untuk kesekian kalinya. Salam hormat dari guru di Malaysia.

  7. tunggu….kejutan
    BULAN MARET

    LAUNCHING BPOST BLOG COMUNITY (BBC)

    dapatkan fasilitas dan kemudahan di BBC untuk unjuk gigi tulisan mu di harian Banjarmasin Post…

    jangan jago kandang aja…di dunia maya…….

  8. guru yang baik melahirkan generasi masa depan yang lebih baik. murid yang buruk, tentu cermin guru yang buruk pula.semoga saja dengan peningkatan kesejahteraan guru, lewat sertifikasi ini salah satunya, benar-benar bermanfaat besar bagi perkembangan generasi masa depan kita.
    salam

  9. Terima kasih sudah mampir ya… salam kenal dari Bali

  10. guru bersertifikat memikul tanggung jawab besar, karena mereka adalah profesional …

  11. waktu hirosima di bom amerika, yang pertama ditanya sama kaisar jepang; masih ada guru yg ada di sana?
    yang harus dilakukan peningkatan kualitas guru… supaya guru bisa memberdayakan dirinya sendiri seperti bisnis kecilkecilan biar tidak hanya tergantung dengan pemerintah
    pada dasarnya setiap manusia adalah guru walaupun tidak menjabat sebagai guru…
    contohnya orang tua kepada anak dll

  12. kunjungan perdana

  13. guru itu perlu di gugu dan ditiru

  14. Ibu saya juga guru kok Pak……
    BTW uang sertifikasinya udah cair belum pak……
    *Punya Ibu saya sudah belum ya..???*

  15. boro-boro mikirin sertifikasi.melaksanakan tugas dan tanggung jawab aja bikin pusing, tapi imbalan yang diterima tidak sesuai. sangat jauh berbeda sekali bak bumi dan langit antara honor dan PNS.tul gak sobat yang nasibnya sama seperti aku.berharap dan berharap.

  16. wa’ alaikum salam pak saiful. Dari Kalimantan?. Wah-wah, saya jadi bernostalgia nih, tahun kemarin ke Kalimantan jadi guru di Sangkulirang, dan waktu puasaan pulang ke Jawa gak balik lagi.

    Memang menurut saya kehidupan di luar jawa ternyata gak gampang-gampang amat, bahkan bisa dibilan lebih berat loh dibandingkan dengan di Jawa. Waktu itu saya digaji 1 juta (masih honor), gitu aja gak tahan, apalagi yang 3ratus. belum lagi transportasi kemana-mana mahal, habis tabungan setahun untuk pulang kampung.

    Menurut saya, sebaiknya guru di daerah terpencil itu yang penting mau dulu, jangan dulu bicara kualitas. Kalau bicara kualitas, tapi ternyata gak tahan kerja disana khan sama saja. Selain itu memang karakteristik siswa agak berbeda dibandingkan dengan teman-temannya di Jawa (pengalaman saya loh), sehingga kurikulum mungkin harus dibedakan juga. Kalau tidak, akhirnya sekolah akan memaksakan untuk lulus dengan berbagai cara. Dan itu menurut saya sangat logis.

    Selamat memperjuangkan hak guru, pak
    Wassalam
    Harry

    • terima kasih sudah bergabung di blogsite saya dan terima kasih juga atas masukkannya. mudah-mudahan tulisan ini dibaca oleh pimpinan negeri tercinta ini dan menjadi masukkan dalam mengambil keputusan.

  17. Yups .. semua tanggapan di atas adalah kebenaran dari kenyataan.
    Sekalian saya tambahkan:
    Efek domino sertifikasi guru PNS dan kebijakan kanan-kirinya yg diambil, di antaranya :

    -. Banyak sekolah swasta tinggal menghitung sisa hari kehidupannya.
    -. Operasi pamong praja terhadap guru PNS,
    -. 19 SMA 100% tidak lulus UNAS
    -. Mencetak kesenjangan baru pada skala horizontal.
    -. dsb dsb dll

    Tempoe doeloe yg diangankan para Umar Bakrie (GTT + swasta) adalah kelayakan yang mendekati kesejahteraan PNS
    Lalu muncul-lah istilah guru-bantu pada sebagian umar bakrie, dengan peningkatan status pada kurun waktu berikutnya.
    Nah ……, keadaan sekarang adalah kesenjangan & kecemburuan baru.
    Sangatlah kejam untuk membandingkan penghasilan PNS sertifikasi dg Umar Bakrie yg masih tersisa, baik di sekolah negeri maupun swasta,
    Saya yakin, PNS instansi lainpun pasti dan pasti cemburu.

    Maka di kesempatan ini sy mohon siapapun kita untuk sekali tempo googling ” Pancasila

    Mohon maaf dan terima kasih

    • terima kasih sudah berkunjung di blogsite saya. dan terima kasih juga sudah menambah masukan untuk tulisan ini. salam ukhuwah dari kami sekeluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: