POLISI ATASI DEMO, MAKAN RUJAK HINGGA DZIKIR


Cara Kapolresta Bandung dapat dijadikan polisi sebagai contoh dalam menangani unjuk rasa.

VIVAnews – Kabareskrim, Komisaris Jenderal (Pol) Sutarman mengapresiasi cara Kapolresta Bandung, Kombes Pol Abdul Rahman Baso dalam menangani para demonstran agar bentrok tak terjadi.

“Petugas bukan hanya mengamankan tetapi juga melayani, bahkan seperti di Bandung melakukan zikir bersama,” kata Sutarman di Jakarta, Jumat malam 29 Maret 2012.

Ia menjelaskan cara-cara seperti yang dilakukan Kapolresta Bandung itu dapat dijadikan Polri sebagai contoh dalam menangani unjuk rasa. Selain Kapolresta Bandung, cara yang unik juga dilakukan pimpinan Polisi di Riau yang mengajak makan rujak dan makan siang bareng dengan para pengunjuk rasa.

“Besoknya mereka tidak demonstrasi lagi,” katanya.

Cara-cara ini yang dievaluasi oleh Kapolri dan akan dijadikan contoh dalam penanganan unjuk rasa. Namun, cara ini tentu berbeda penanganannya di masing-masing daerah sesuai dengan karakter masyarakat di daerah tersebut.

“Setiap hari kami evaluasi. Cara mana yang bagus akan kami jadikan contoh. Tetapi masing-masing daerah berbeda. Seperti makassar memang susah, mau dihadapi pake cara apapun memang begitu terus,” katanya.

Sutarman mengatakan bahwa sebelum personel polisi terjun langsung dalam menghadapi para pengunjuk rasa, para pimpinan Polri memberitahukan kepada seluruh personel agar tidak menggunakan cara-cara kekerasan.

“Kami tegaskan kepada anak-anak, yang berdemontrasi ini adalah masyarakat kita yang memperjuangkan aspirasinya untuk kepentingan rakyat, makanya kita mengawal dan melayani,” ujar Sutarman.

Seperti diketahui, Kapolresta Bandung Kombes Pol Abdul Rahman Baso meminta sekitar 1.500 aparat gabungan dari Dalmas Polda Jabar, Dalmas Polrestabes Bandung, serta Pasukan dari Satbrimobda Jabar melakukan dzikir saat menanggani unjuk rasa. Tak ketinggalan pasukan polisi wanita (Polwan) yang terjun ke arena demo sebagai negosiator.

Di dalam area Gedung Sate yang dibatasi pagar pembatas dengan pihak demonstran, aparat duduk bersila, melantunkan dzikir, agar meredam emosi. “Pada dasarnya kita ini sama-sama hamba Allah, jadi kita semua mencoba bersimpuh di hadapan-Nya dengan melakukan dzikir,” begitu dia memberi wejangan. 

Lantunan dzikir, “La ilaha illa Allah” terus menerus disuarakan serempak. “Kami sadar akan tugas dan risiko kami, dan kami juga tahu siapa yang ada di hadapan kami. Sehingga tidak mungkin kami menyerang adik kami, rekan kami dan saudara kami sendiri,” kata Kapolrestabes Bandung.

Apa yang dilakukan Kapolrestabes cukup berhasil. Pendemo dari Gema Keadilan dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sontak terdiam. Mereka terperangah, melihat kegiatan dzikir yang dilakukan polisi tersebut.

About these ads

2 Tanggapan

  1. nice info…thanx

  2. Kunjungi Blog saya,http://updateberitamu.wordpress.com/ ,blog saya berisikan berita,artikel lucu,edukasi,dan misteri dunia, yang terupdate paling lama 15 minggu,dan paling cepat 1 hari,pengunjung sekalian tak akan bosan dengan mendengarkan lagu yang diganti
    ,

    pak syaiful terimakasih telah menerima tukeran link saya,sukses ya pa,:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: