Home

Sangat menjedihkan RUU MA yang disahkan oleh DPR, yakni usia pensiun Hakim Agung MA diperpanjang menjadi udsc_00212sia 70 tahun. padahal orang berusia 60 tahun sampai dengan 70 tahun digolongkan Usia Lanjut (Lansia),dan juga pada usia ini produktivitas menurun.

Jadi bagaimana para Hakim Agung yang sudah usia lanjut dapat atau mampuh bekerja menjelesaikan tumpukan perkara yang mencapai puluhan ribu kasus pertahunnya. Pekerjaan sebagai hakim memerlukan konsentrasi tinggi dan dituntut cerdas. Pertanyaan, Apa mampu seorang hakim agung pada usia Pensiun dituntut cerdas bekerja.

di samping itu yang menyedihkan  usia pensiunnya dinaikan menjadi 58 tahun ini setara dengan pensiunan TNI/Polri, sedangkan usia pensiunan guru menjadi 63 tahun. dari uraian diatas dapat kita simpulkan negara ini dikelolah oleh usia lanjut.

SARAN. Sebaiknya masa kerja pegawai dipercepat pensiunnya 5 tahun dari usia yang telah ditetapkan dan gaji mereka dinaikan, dengan harapan agar mereka bekerja OPTIMAL dan pada masa pensiun mereka betul-betul menikmati hidup mereka pada usia tua.

Iklan

14 thoughts on “NEGARA YANG DIKELOLA OLEH PARA MANULA

  1. Harusnya masa-masa itu diisi dengan banyak-banyak ibadah untuk menebus dosa yang telah diperbuat, masih banyak kaum muda yang mempunyai potensi untuk menggantikan para manula untuk mengelola negara.

  2. Salam Balik Pak Syaiful,
    Memang Indonesia ini KOCAK, sebab pemerintah sendiri yang menetapkan klas usia manula tapi pemerintah pula yang mengangkat kesempatan Hakim Manula… Apakah ini bukan MEMPERTONTONKAN KECERDASAN MINUS ?. Ah sayang DPR kita tak punya apa-apa yah…. kecuali tidur dan begitu bangun langsung tepuk tangan saja layaknya.
    Mungkin ini isyarat agar nanti Presiden bisa sampai kapanpun BOLEH…BOLEH …jadi tak ada ukuran pensiunnya…seumur hidup pun jadilah.

  3. Di pihak majikan, di sini pemerintah: koq kebagetan, tidak manusiawi dan tidak effisen. Manusia itu bukan mesin, umur lebih dari 60th, berbergerak saja sangat lamban, belum lagi yang sudah mulai lupa, belum lagi sakitnya…wah asuransinya bakal tambah mahal…

    Di pihak pekerja: juga kebangetan koq mau-maunya disuruh kerja diumur lebih dari 60th. Sudah waktunya istirahat, tidak perlu ngoyo cari duit. Sisa umur masih bisa digunakan untuk kerja sosial ataupun bertemu dengan sanak saudara yang mana sewaktu aktif dulu jarang ada kesempatan. Masih ada sedikit waktu lagi memulai pendekatan dengan si Dia.

  4. Yang tua tapi JUJUR bolehlah masuk DPR. Untuk mengurangi jatahnya mereka yang suka nabrak Aturan yang dibuatnya sendiri… dan bisa ikutan berdemo sama rakyatnya.
    Sekarang DPR maunya bersikap ala Pemerintah…
    Mau pakaian dinas, mobil dinas… fasilitas dinas… tunjangan dinas, Minta laporan, turun inspeksi… uang rapat, LAPTOP sampai kamar mandi. Padahal yang mestinya pengertian Dinas bukankah tadinya hanya milik Pemerintah ??? Swasta pun kini masih alergi memakainya.

  5. hmmm

    Kalau terbiasa hidup di Jepang pak,
    usia 70 itu masih muda, masih bisa berkarya
    tapi emang bukan di pos yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

    Di sini 60 tahun pensiun, tapi biasanya kantor bisa mempekerjakan mereka lagi sebagai pegawai honorer. Dengan demikian kantor bisa menghemat waktu untuk mencari dan mendidik pegawai baru. Di pihak pekerja pun di usia 60 tahun, mereka masih bersemangat. Tidak mau setiap hari hanya di rumah saja, tidak aktif memakai tenaga fisik dan otak. Banyak orang yang kemudian sakit berat/meninggal begitu memasuki masa pensiun karena Post power syndrome kan. Jadi memang sebaiknya dikurangi perlahan jangan mendadak.

    Bapak mertua saya sekarang bekerja max 20 hari sebulan, dan sekali/dua kali sebulan hiking ke gunung, selain gardening di rumah.

    EM

  6. tidak semua benar, memang ada untung ruginya. saya setuju kalau pos bagi guru, dosen, widyaiswara bisa diperpanjang. karena beliau khan seperti pendhita hehe……

  7. Kalau menurut saya, usia 70 tahun sudah tidak produktif lagi mendingan dipensiunkan saja.kan masih banyak yang muda dinegara kita.
    Yang muda jangan dilihat dari sebelah mata donk…
    thanks ya atas kunjungannya…

  8. iya bang ipul kapan lagi pemuda diberi kesmpatan tampil situa saja masih kemaruk harta,, menghabiskan warisan anak cucu,… hutan digunduli, warisan leluhur disikat tanpa rasa kemanusiaan seperti punya bapaknya saja… habis dah warisan nenek moyang tinggal perahunya saja disunagi siak hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s