KRISIS MORAL GENERASI MUDA


Anak adalah penerus bangsa dan merupakan harapan orang tua. sebagai orang tua kita harus memantau kegiatan anak kita. Kusus usia anak dini. Mereka sangat mudah mempengaruhi lingkungan sekitarnya jika tidak diperhatikan bisa mengubah sikap mental dan psikologi anak.

Diera sekarang ini informasi sangatlah cepat mudah didapat baik melalui jaringan internet atau media cetak. makanya setiap waktu kejahatan terlihat dimata maupun kejahatan itu tersembunyi. Namun moral anak sedang dijajah walaupun tidak terlihat.

Coba kita lihat banyak anak putus sekolah, perkosaan dimana-mana, Guru memperkosa anak didik, orang tua memperkosa anak kandung, dan banyak lagi yang bisa kita tuliskan di sini, itu semua berdampak buruk terhadap psikologi anak. Untuk itu saya mengajak guru dan para pembaca tulisan ini, untuk mendidik anak kita agar terhindar dari krisis moral, dan khusus untuk para guru, selain mengajar bidang study seorang guru dapat memberikan nasehat bagi anak murid didiknya.

Tanggung jawab kita selaku orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi hal ini, mari kita bersama-sama masyarakat memberikan bekal kepada generasi mudah supaya generasi mudah kita tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif yang dapat merugikan dirinya sendiri dan masyarak

36 thoughts on “KRISIS MORAL GENERASI MUDA”

  1. Jangan lupa juga pak, krisis moral generasi muda ataupun maraknya aksi kejahatan dapat juga disebabkan oleh faktor ekonomi dan permasalahan yg terjadi dlm rumah tangga sndiri.

  2. ketika menjadi seorang guru dan murid, seyogyanyalah harus mengetahui esensi dari menuntu ilmu, sehingga tidak nyasar ketika tahu dibalik apa tujuan menuntut ilmu, ini semua pangkal permasalah adalah orang tua, yang menjadikan anak nya yahudi , nashrani dan majusi (pola pikir/prilaku kesehariannya), didiklah anak dari yang terkecil. ketika teman saya memasukkan makanan kemulutnya dengan menggunakan tangan kiri maka inilah salah satu awal dari pendidikan anaknya yang buruk, bagaimana bisa seorang ayah meyuruh anaknya untuk makan dengan tangan kanan kepada anaknya jika ayahnya sendiri tidak memberikan contoh yang baik, inti dari memdidik seorang anak adalah menanamkan tahuid ke padanya, http://hlmr.blogspot.com

  3. pendidikan yg baik menyentuh banyak sisi kehidupan seseorang. ketika seseorang paham moralitas yg bagaimana yg diembannya, maka menetapkan tujuan adalah langkah selanjutnya, spy kemadegan tidak menyisakan peluang untuk kembali buruk.
    salam

  4. Harapannya sih generasi muda akan lebih baik dari kita-kita ini.
    Saya melihatnya dari menjamurnya TPQ-TPQ yang dibanjiri oleh anak-anak.
    Rata-rata usia 8 tahun sudah bisa membaca Qur’an semua.
    Padahal tidak semua ortu mereka bisa membacanya…

    1. bu Nin, tapi banyak juga hafal Qur’an, bahkan pintar ilmu agama tapi perilakunya tidak beragama. Kita turut prihatin. banyak generasi yang anti kemapanan dan anti kemandirian.

  5. Linkungna memiliki andil terbesar dalam tumbuh kembang seorang anak. Jadi saya yakin andil masyarkat sangatlah penting dalam hal membangun generasi muda yang bermoral. Thanks

  6. ya pak…baru merasa sulitnya menjadi orangtua setelah ounya anak…apalagi di jaman serba edan ini ttantangannya semakin besar…semoga..terima kasih sudah diingatkan melalui tulisan ini…
    salam

  7. assalamualaikum pak

    thanks atas kunjunganya ya. wah infonya juga bagus.
    Ada problem sosial yang memang menjadi agenda semua pihak untuk dimencarikan solusi.

    Termasuk oleh agama mainstream di indonesia. Tex-tex agama memerlukan aksi sosial nyata untuk menjawab realitas. Realitas tidak hanaya cukup dijawab dengan tex. eh..kok panjang

    thanks aja

  8. saya mau bertanya .
    bagaimana dengan anak yang terlalu ditekan untuk selalu menjadi no. 1, namun selalu disalahkan apabila gagal .
    setiap kali gagal orang tua hanya berkata “lebih baik tidak dipuji, kalau dipuji nanti terlena, kalau dikerasin, nanti kamu termotivasi.”
    dan saya merasa pemikiran saya tidak sependapat dengan orang tua. saya memilih untuk sedikit lebih dihargai, namun saya tidak mendapatkannya.
    apa yang harus saya lakukan sebagai anak agar saya bisa manyatukan pemikiran saya sedangkan orang tua saya adalah seorang pereksionis yang rata-rata tidak mau dikomentari ?
    terima kasih

    1. Assalamualaikum Wr. Wbr.

      Terima kasih anda telah mengunjungi blogsite saya. saran saya. anda dengan ORTU bagaimana suasana lebih akrab, jadikan ortu kita sebagai teman. ajalah berkomunikasi denga perkataan yang menyejukkan dan sampaikan permasalahan dengan cara yang baik dan tenang. syukron Fanny

  9. wa’alaikumsalam Wr. Wb
    terima kasih, Pak.
    saya sangat menyadari akan kurangnya komunikasi antara saya dengan orang tua saya.
    saya ingin bertanya lagi..teman saya sudah menyarankan untuk berbicara sekali waktu tentang sekolah atau yang lainnya untuk mencairkan suasana antara kami, dan saya sudah mencobanya. akan tetapi orang tua saya selalu merasa terganggu disaat sibuk mau pun saat senggang (disaat mereka beristirahat). kebetulan kedua orang tua saya sama-sama memiliki pekerjaan.
    saya ingin sekali meminta saran dan pendapat bapak mengenai situasi seperti ini.
    syukron jadziilan ..

  10. satu-satunya jalam yaitu saling mengingatkan satu sama yang lain bukan dari orangtua aja tapi semua harus terlibar
    1 dari keluarga
    2 dari temannya
    3dari gurunya
    itu yang harus di pikirkan,

  11. Pengaruh guru, lingkungan, dan orang tua sangat berperan penting dalam pendidikan generasi muda…
    Namun suatu keberhasilan sangat tergantung pula dari generasi muda/ anak didik bersangkutan…
    Saya mau mengkonsultasikan sustu masalah:
    “Di suatu tempat, di sebuah desa, seorang anak semangat untuk menempuh pendidikan lebih tinggi namun orang tua si anak tidak mau menyekolahkan anak tersebut.”
    Bagaimana tindakan sebagai seorang anak???

    “Begitu pula sebaliknya, orang tua yang semangat menyekolahkan anaknya, namun anaknya yang tikan mau sekolah.”
    Bagaimana tindakan yang dilakukan olah orang tua sia nak???

    Menurut bapak bagaimana permasalahan tersebut, tlng tanggapannya???
    Terima kasih

    1. Kalau orang tuanya tidak mau menyekolahkan anaknya, kalau masalah ekonomi, sianak bisa saja menceritakan masalahnya pada guru BP atau Wali Kelas dan sekolah dapat menggunakan dana BOS untuk biaya anak tersebut.

      dan kalau anaknya tidak mau sekolah dan orang tuanya mampuh membiayai. orang tua harus berkonsultasi lagi lagi dengan guru BP. apa persoalan anaknya. kalau tidak mempan juga anak bisa di pindahkan kesekolah yang keinginan anaknya. yang jelas anak jangan tidak sekolah.

  12. menurut saya , rusak nya moral generasi muda krn keluarga dan lingkungan sekitar. di tambah dengan ekonomi yg ada, saya sering mendengar klu tukang becak aja memiliki istri lebih dr satu? gimana dia mampu penuhi keluarga nya??gimana keluarga nya baik terjaga dengan keuangan itu.

  13. Betul sekali, Bagaimana nasib bangsa kita jika generasi Tua yang kaya ilmu, pengalaman, dan wawasan telah tiada…..?
    Yang jadi penentu adalah Generasi yang muda sekarang… cZ sebagai kodratnya manusia pasti mati… siapa yang menggantikan selain anak anak dan cucu kita? kita kembalikan pada diri kita masing masing yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan generasi penerus itu…
    “Anak adalah tambang emas didunia dan akherat”
    http://www.irwancyberspace.co.cc/2010/12/akhlaq.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s