Home

Suntikan dana Rp. 6,7 Triliun ke Bank Century terlanjur menjadi komoditas polemik Publik maupun politik di Negeri yang kita cintai ini.Tak sedikit pihak yang meragukan status Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak Sistemik.Keraguan juga terkuak terkait perhitungn dana talang serta fungsi pengawasan yang dinilai kendur.

Pada akhirnya bola panas pun mengelinding ke arah Bank Indonesia, karena langkah Bank Indonesia dan Komite Stabilitas Sistem Keungan yang meloloskan kucuran dana tersebut, dinilai sangat ceroboh. Bank sentral hanya menyampaikan alasan mengapa Bank Century dianggap berpotensi memicu dampak sistemik dan harus diberi suntikan dana.

Kasus ini hampir dipastikn dapat mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan yang semakin merosot. Tidak hanya terhadap perbankan, terhadap pemerintahan saat ini masih diragukan. Kasus Bank Century memperlihatkan betapa lemahnya pengawasan pemerintah terhadap perbankan di Negeri Tercinta ini.

Saya kira yang paling bertanggung jawab ya Bank Indonesia, Tim yang dibentuk Presiden (Komite Stabilitas Sistem Keuangan). Kenapa terjadi seperti ini dan penyelesaiannya tersendat-sendat serta muncul baru-baru ini.

SARAN SAYA
Sebaiknya Audit BPK harus dimulai dari perjalanan kinerja Bank Century, kemudian dilanjutkan pada kinerja Bank Indonesia, terus melangkah pada dasar hukum peraturan serta besaran dana talangan yang fantastis. Dan hal yang tidak kalah penting hasil audit BPK terhadap Bank Century, benarkah ada intervensi politik dalam sekandal Bank Century, perlu tidak Bank Century diselamatkan dan apakah benar ada potensi dampak Sistemik jika Bank Century dilikuidasi.

Iklan

One thought on “BANK INDONESIA IKUT ANDIL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s