Home

Warga Mangga Besar, Jakarta Barat, menolak penggusuran Masjid Al-Awwabin yang diduga akan disulap menjadi tempat hiburan dan bisnis. Warga juga mempertanyakan keaslian sertifikat lahan milik Zubaidah yang mengaku sebagai pemilik lahan.

“Rencananya masjidnya akan digusur dan akan digantikan untuk tempat hiburan dan bisnis,” kata Ketua RW 04 Mangga Besar, Awi kepada detikcom di Jl Mangga Besar I, Jakarta Pusat, Senin (31/1/11).

Awi menceritakan, masjid Al Awwbin merupakan masjid pertama yang berada di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat. “Kalau ditaksir umurnya sudah mencapai 100 tahun mulai dari bangunan kecil hingga sekarang telah berlantai dua,” ujarnya.

Menurut Awi, isu penggusuran masjid tersebut sudah beredar luas di masyarakat sejak setahun yang lalu. Seorang warga bernama Zubaidah mengaku sebagai pemilik lahan seluas 400 meter persegi tersebut.

“Masalahnya adalah tahun kepemilikan lahan pada sertifikat tanah Zubaidah masih sangat muda dibandingkan umur masjid sendiri,” papar dia.

Awi menegaskan, seluruh warga Mangga Besar menolak niat keinginan Zubaidah untuk menggusur Masjid Al-Awwabin dan akan berjuang melawan keinginan Zubaidah tersebut.

“Masjid ini punya nilai historis bagi semua warga. Meskipun saya warga keturunan, saya sangat menolak jika ada penggusuran rumah ibadah,” kata Awi.

Awi meminta ada upaya-upaya dari pemerintah setempat untuk bisa membantu agar keberadaan masjid Al-Awwabin tetap ada dan tidak digusur. “Jangan sampai masjid ini digusur karena kita tidak rela,” tuturnya.

Berdasarkan pantuan detikcom, masjid Al-Awwabin terletak 1 Km dari Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta Pusat, atau tepatnya di Jl Mangga Besar I. Masjid ini berdiri di lahan seluas 400 meter persegi dengan dua lantai.

Dinding masjid berwarna putih dengan lantai yang sudah terbuat dari keramik putih. Lantai satu dipergunakan untuk salat dan lantai dua pada sore hari dipergunakan untuk pengajian anak-anak kecil.

Belum Ada izin, Satpol PP Tolak Bongkar Masjid Al-Awwabin

Satpol PP menolak rencana pembongkaran Masjid Al-Awwabin karena belum ada izin tertulis.Itu baru berita angin. Memang saya mendengar kabar itu dari anak buah. Saya bilang jajaki dulu karena tingkat kerawanan tinggi. Saya prinsipnya menolak membongkar tanpa ada izin tertulis dan pendekatan ke warga,” ujar Kasatpol PP DKI Jakarta Effendi Anas, kepada detikcom, Senin (31/1/2011).

Menurut Effendi, membongkar tempat ibadah tidaklah mudah walaupun pihak pengembang sudah mendapat dukungan dari petugas Pemprov DKI.

Bongkar tempat ibadah memangnya gampang. Walaupun kabarnya sudah mendapat dukungan 2 pengurus tidak mungkin semudah itu, hanya karena masjid lama. Saya minta anak buah saya periksa dulu,” kata Effendi.

Effendi mengaku pihak pengurus mesjid dan beberapa warga yang menolak pembongkaran masjid belum mendatanginya. Namun dia memastikan pembongkaran mesjid tidak akan terwujud tanpa ada pendekatan dari pengurus masjid dan warga sekitar.

“Masjid itu bukan hanya miliki pengurus tapi juga sudah milik warga sekitar. Kita akan tahan dulu pembongkaran itu,” tutur Effendi.

Rencana pembongkaran Masjid Al-Awwabin belum diketahui waktunya. Masjid tua dan bersejarah itu berdiri di lahan seluas 400 meter persegi. Rencana pembongkaran juga ditentang oleh beberapa warga sekitar. detikNews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s