Home

oleh : Yan Hasanudin Malik

Indonesiaku adalah sepenggal surga yang diciptakan Allah di muka bumi. Demikian kaya dengan sumber daya alam dan hayati. Beraneka warna dengan demikian banyak suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan penduduk yang diperkirakan berjumlah 240 juta orang dan kekayaan budaya yang luar biasa tentulah negeriku ini berpotensi menjadi negara maju dan kuat, dan bahkan bisa menjadi salah satu super powe dunia, tentu saja jika bangsa kita tetap setia pada nilai-nilai kebenaran, memahami dan menghayati makna Bhineka Tunggal Ika, dan memiliki martabat untuk menjadi dirinya sendiri, bukan duplikat dari negara asing yang dengan kekuatan ekonomi, militer dan kecanggihan teknologi informasinya selalu memaksakan nilai-nilai dan pandangan hidup mereka untuk jadi anutan kita. Beruntunglah NKRI tetap utuh, meski tak sedikit yang mencoba untuk memecahbelahnya.

Nah, berkaitan dengan keutuhan NKRI itulah ingatanku kembali melayang kepada sosok negarawan yang amat santun, sederhana, cerdas dan memiliki integritas  (sesuatu yang pada masa kini demikian sulit didapatkan dari para politisi kita). Beliau adalah Muhammad Natsir. Lho benarkah begitu ? Cobalah simak cerita singkat berikut ini :

1. Indonesia pernah terjebak menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS) dari tanggal 27 Desember 1949 sampai 17 Agustus 1950 (kurang dari satu tahun). Bentuk negara RI berubah dari asal negara kesatuan menjadi negara federal di mana propinsi-propinsi yang ada menjadi negara-negara bagian. Perubahan bentuk negara ini membawa dampak yang akan membahayakan masa depan Indonesia karena Belanda memanfaatkannya untuk kembali membangkitkan semangat kedaerahan, sukuisme atau provinsialisme. Pada waktu itu sejumlah daerah ingin memisahkan diri dan membentuk negara sendiri. Sadar akan bahaya yang mengancam, maka umat Islam melalui alim ulamanya segera bertindak. Ormas-ormas kaum muslimin seperti (hanya sekedar menyebut beberapa contoh) : Persatuan Islam (Persis), Nahdhatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah,  dipimpin langsung oleh para ulama, mendatangi Muhammad Natsir yang waktu itu menjadi Perdana Menteri untuk segera mengembalikan Indonesia ke NKRI.

2. Muhammad Natsir yang pada saat itu menjabat Ketua Umum Partai Masyumi, dikenal luas sebagai intelektual, politikus dan ulama yang diberi amanah menjadi Perdana Menteri  sadar betul, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil

perjuangan ummat selama ratusan tahun, dimulai sejak dari Dipati Unus (Mataram), Sultan Babullah dan Sultan Hairun di Maluku, dan tokoh-tokoh pejuang lainnya sampai masa pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada tahun 1949. Karena itulah pada tanggal 17 Agustus 1950, Muhammad Natsir mengeluarkan Mosi Integral yang menyatakan Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

3. Tindakan dan langkah politik yang menyelamatkan Indonesia sebagai negara yang baru merdeka itu dilakukan Natsir sebagai jawaban atas munculnya gerakan-gerakan separatis seperti Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yangn dipimpin Westerling di Bandung, pemberontakan KNIL Andi Azis di Makasar, dan Republik MalukuSelatan Soumokil di Ambon yang didalangi bule Belanda Van Mook, serta sebagai jawaban atas Proklamasi Negara Islam Indonesia pada 17 Agustus 1949 oleh SM Kartosuwiryo.

Akhirnya kembalilah Indonesia ke NKRI, dan Muhammad Natsir adalah tokoh kuncinya.

Lalu apa kesimpulan dari sepenggal kisah ini ? Bagi umat Islam, NKRI adalah hasil perjuangan mereka. Tak akan pernah ada seorang muslim pun yang mau menghancurkan NKRI karena itu berarti menghianati perjuangan umat Islam terdahulu. Mereka berjuang merebut dan mempertahankan negeri ini sebagai jihad dan wujud ibadah mereka kepada Allah. Nah, jika NKRI diklaim oleh kelompok tertentu,

atau oleh parpol tertentu, malah slogannya pun NKRI harga mati, aku hanya tersenyum dan berkata, “betapa dangkalnya pemahaman mereka akan sejarah bangsanya”. Jangan mempolitisir salah satu jasa terbesar umat Islam mempertahankan NKRI demi keuntungan politik. Rendah nian kalau cuma itu tujuannya. Ingatlah perkataan Dr. Setiabudi (Douwes Dekker), “jika tidak karena sikap dan semangat perjuangan para ulama, sudah lama patriotisme di kalangan bangsa kita mengalami kemusnahan.”

Ingatanku kembali melayang kepada Muhammad Natsir. Lalu kupanjatkan do’a, semoga amal ibadah beliau dan para ulama yang telah berjuang merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan ini diterima Allah SWT. Menjadi bekal kepulangan mereka ke haribaan-Nya.  Lalu apa yang selama ini sudah kitalakukan?

Iklan

3 thoughts on “MUHAMMAD NATSIR PENJAGA KEUTUHAN NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s