Home

Aditya ketika tengah memasak

Baru saja saya melihat Seputar Peristiwa RCTI. Tentang kisah seorang anak laki-laki yang harus merawat ibunya yang lumpuh seorang diri. Bocah itu bernama Aditya, umurnya masih 5 tahun pula.

Si kecil Aditya

Setiap hari ia melakukan semua pekerjaan rumah tangga layaknya orang dewasa, di sebuah rumah kontrakan di daerah Jombang, Jawa Timur. Mencuci, menyapu, mengepel, memasak, memandikan ibunya dan juga beberapa pekerjaan rumah tangga lainnya telah menjadi rutinitasnya setiap hari sejak dia berumur 3 tahun. Kadang memang ada tetangga yang membantu Aditya jika ia benar-benar tidak mampu untuk melakukan pekerjaan itu, misalnya memperbaiki listrik di rumah kontrakannya.

Aditya ketika menyapu, menjemur pakaian, dam mencuci

Sementara itu ayah Aditya sendiri dikabarkan pergi entah kemana setelah harta yang dimiliki ibunya hasil dari menjual rumah semakin menipis. Ibu Aditya terpaksa harus menjual rumah mereka untuk biaya pengobatan dan keperluan sehari-hari.  Duh.. miris saya melihatnya. Ayah macam apa yang tega meninggalkan orang yang seharusnya menjadi tanggung-jawabnya dalam kondisi sakit pula.

Aditya ketika merawat ibunya

Sebenarnya ibunya Aditya masih mempunyai keluarga di daerah Jember, Jawa Timur. Tapi hubungan mereka sekarang telah terputus akibat pernikahan ibunya Aditya dengan ayahnya yang tidak direstui oleh keluarga ibunya Aditya. Akibatnya sekarang, Aditya harus mengurus seorang diri ibunya yang sakit lumpuh sejak beberapa tahun lalu. Aditya harus kehilangan masa kecilnya, dimana seharusnya bocah seusianya masih sibuk-sibuknya bermain dengan teman sebaya. Aditya juga harus memupus jauh-jauh keinginannya, yaitu sekolah dan mengaji. Untuk kebanyakan orang keinginan seperti itu adalah keinginan yang sederhana. Tapi tidak bagi Aditya…jangankan untuk biaya sekolah, untuk keperluan sehari-hari saja sangatlah sulit.

Saya jadi ingat, beberapa waktu lalu juga ada seorang anak perempuan di daerah Polowali, Sulawesi. Umurnya tidak beda jauh dengan Aditya, yaitu 6 tahun. Anak perempuan itu bernama Sinar. Sinar juga terpaksa harus merawat ibunya yang juga lumpuh seorang diri. Bahkan waktu itu ketika ditayangkan di televisi, kisah Sinar sempat menyentuh hati seorang Charly ST 12, sehingga Charly pun sempat mengunjungi tempat dimana Sinar tinggal yang ternyata tidaklah mudah untuk dijangkau. Saat itu pun Charly juga menghadiahi sebuah lagu yang berjudul “Sinar Pahlawanku”, yang khusus diciptakan untuk Sinar.

Dan sekarang, setelah Sinar, ada Aditya! Besok siapa lagi??

Wahai para wakil rakyat (yang saat ini sedang reses dan sedang asyik melancong keluar negeri), satu lagi potret buram tentang anak-anak negeri tersaji dihadapan kita! Masihkah anda menyangsikan hal ini? Sampai kapan mereka akan bernasib seperti ini? Mereka juga bagian dari negeri ini! Yang butuh perhatian dan penanganan. Tolong dengarkan keinginan mereka, bocah-bocah generasi bangsa!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s