Home

JAKARTA–MICOM: Majalah asal Inggris The Economist, Kamis (7/7), merilis sebuah artikel berjudul “Indonesian schools: More cheating, or else! Scandals in the classroom“. Artikel itu menyoroti masalah ujian nasional di Indonesia yang diwarnai oleh kasus pemaksaan menyontek yang dilakukan oleh guru di SDN 2 Gadel.

Menurut The Economist, pemaksaan yang dilakukan terhadap Alifah Ahmad Maulana untuk memberikan sontekan kepada teman-temannya saat ujian nasional membuka perdebatan mengenai betapa buruknya dunia pendidikan di Indonesia.

“Skandal itu membuka perdebatan mengenai apakah bisa mempercayai nilai yang diraih jutaan pemuda dan pemudi Indonesia yang memasuki dunia kerja setiap tahunnya di Indonesia,” tulis The Economist.

Majalah itu juga menggarisbawahi betapa buruknya sikap warga Indonesia yang malahan mengecam Siami, ibunda Alifah yang mengungkapkan masalah tersebut.

“Jika Anda memandang guru yang memaksa murid menyontek adalah hal yang buruk, Anda harus melihat reaksi terhadap Siami yang mengungkapkan masalah tersebut. Bukannya memuji kejujurannya, Siami dihadapkan dengan serangan dari tetangga dan orang tua siswa SDN 2 Gadel yang menuduhnya egois dan mencoreng wajah sekolah. Dia bahkan diusir dari rumahnya,” papar The Economist.

Majalah yang telah terbit sejak September 1843 itu kemudian menyebut masalah menyontek di Indonesia merupakan gambaran buruknya pendidikan di Indonesia. Guru-guru di sekolah membela diri dengan mengatakan mereka terpaksa melakukan hal tersebut karena mereka ditutut untuk meluluskan semua murid mereka demi gengsi sekolah. Akibatnya, sekolah yang dengan bangga menyebut diri memiliki kelulusan 100% tidak dipercaya oleh masyarakat. (OL-12)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s