Home

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

Halaman ini disediakan buat menampung komentar, kritik, saran, atau tanggapan apa saja, boleh juga sekedar mengisi absen sambil dengerin lagu kesayangan

352 thoughts on “Buku Tamu

    • Salam kenal juga Pak Syaiful,
      Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
      Transfer Factor bisa membantu penyembuhan berbagai macam penyakit Pak, yaitu penyakit yang disebabkan oleh sistem imun yang lemah, juga sistem imun yang terlalu kuat.
      Contohnya dari alergi, bronchitis, kanker, jantung, lupus, dan banyak yang lainnya.
      Untuk keterangan lebih lanjut, saya sudah mengirimkan data-data ke email bapak.
      Terima kasih Pak.

  1. Assalamu’alaikum, Apa kabarnya Pak Syaiful maju terus dalam perjuangan ini. Semoga Sukses dan Istiqomah senantiasa.

    Salam

  2. kunjungan balasan nih pak, makasih sudah mau bertandang ke blogku yang acak adut…..,ngisi buku tamu dulu aaaah, terus pulang deh…. lama2 ntar ngerepotin

  3. Assalaamu ‘alaikum wr.wb
    Bang syaiful sebelumnya ana ngucapin salam shilaturrahmi, semoga kita semua senantiasa mendapatkan ridla Allah swt.
    Selanjutnya ana mo minta tolong sama abang, saya mencoba menempel link banner pbb kok gak tampak ya ?. apa ada yang kurang ? padahal telah berkali-kali saya coba untuk lebih jelasnya bang syaiful bisa berkunjung ke blog saya dan mengapa link banner pbb nya hanya nampak seperti itu

  4. met malam nih. saya juga mau isi buku tamu, dan sedikit memberi respon dan atensi atas perjuangan dengan menggunakan cara teknologi informasi. selamat berjuang, maju terus pantang mundur. dari teman sma mu. alumni tahun 1986.

  5. Ass Wr Wb. Salam kenal dari saya kepada anda. Saya sudah baca beberapa tulisan anda. Ringkas, menarik dan sesuai dengan persoalan aktual. Teruskan dan semoga menjadi sumbangan ide buat kita semua. Selamat berjuang sebagai caleg. Jangan lupa tetap membawa rakhmat bagi semesta alam (QS 21:107, 38:24). Wassalam wr wb

    Catatan : Saya pernah berkebun di Belilas, Inhu…..1998-2003…Apa anda sering ke sana ?

  6. asswrwb
    selamat pagi nih pak… saya isi absen juga ya dari cilacap…
    sukses ya pak….!!!!
    ntar kalo udah jadi seperti yang diinginkan…saya juga ditolongin juga nih pak ….. tolong danain usaha budi daya jamur saya…(heheheh…nyengir sambil garuk garuk hidung )

    wasalam

  7. Alhamdulillah kita memiliki truetone bagus sekali. Judulnya Mars Lantang. Bila kita benar-benar cinta PBB kenapa harus memilih lagu yang lain di handphone kita. Caranya ketik SMS: bfun 3888 kirim ke 9600

  8. mampir nieh, lam kenal
    oya pa, harusnya lagunya jangan kesayangan bapa, kan lom tentu tamunya sama suka dengan lagu pabak, kalo bisa tamu diperbolehkan milih lagunya. hehehhee

  9. Assalammu’alaikum…

    kalau mau ngerubah Avatar, sebelumnya cari atau buat gambar yg diinginkan (usahakan jpg), kemudian rubah ukuran (size) gambar tsb menjadi 128×128 pixel (bisa menggunakan ACDSee atau software editor image yg lain).

    Upload ada di Dashboard – Settings – General – Blog Picture (di sebelah kanan)…

    Sukses Pak…😉

  10. Ada kog Pak…kami jadi ngumpulnya tepatnya di area hotspot. Tak jauh dari Pos Satpam. Pintu masuk pertama mesjid An-Nur. Kira-kira 16 orang yg berkumpul, dikarenakan cuaca yang tidak mendukung. Banyak teman2 lain yg jg berhalangan datang…

  11. Assalamu’alaikum. Kunjungan balik pak…
    Terima kasih sudah berkunjung di blog saya yang masih pemula🙂
    Bapak Caleg ya? Semoga bisa menjadi wakil rakyat yang amanah dan bijaksana. Amin…
    Salam dari ChiMiDori!

  12. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Apa kabarnya Pak, maaf nih lama nggak berkunjung ke blog ini…
    Tambah hari tambah Bagus tampilan maupun kontennya…

    SALUT…Two Thumb Untuk Pak Syaiful….

    Terus Berkarya…Terus Berjuang…Terus Berusaha

    Sy Do’akan Sukses …Yakin Setiap Usaha Sampai…

  13. begini bapak. Hosting itu diibaratkan hardisk tempat menyimpan data, tetapi hardisk tersebut bersifat online dapat diakses selama ada koneksi ke internet. Hosting sebagai tempat menyimpan file-file yang hendak ditampilkan misalnya di sini ada folder buku tamu, ada pula folder about me, nah di dalam folder tersebut terdapat file2 untuk menampilkan buku tamu ini.
    sedangkan Domain merupakan nama unik / alamat di internet. misalnya saya punya domain http://aprillins.com, bill gates punya http://microsoft.com. Domain itu sebuah nama, sedangkan hosting adalah isinya. Analoginya, domain itu = alamat rumah, hosting = benda2 yang ada pada alamat rumah tersebut.

  14. “Salam Joang. Demi Izzah Islam wal Muslimun…sudikah tukeran link?”

    Profil
    Episentrum Pengkajian Islam dan Riset Sosial
    (EMPIRIS)

    Pada tahun 2006, tepatnya tanggal 7 Agustus, ekuivalen dengan 12 Rajab 1427 H, EMPIRIS dilahirkan dari kandungan sejarah. Dibidani sekelompok anggota komunitas Muslim yang gelisah menyaksikan absurditas realitas zaman. Realitas yang menampakan diri secara atraktif, hingga memicu jiwa-jiwa pendamba kemanusiaan hakiki, pecinta keadilan sejati, dan pemberontak tirani merasa perlu menajamkan kesadaran historikalnya, visi eksistensialnya, memantapkan barisannya, dan merentangkan aksi-aksi patriotiknya. Demi sebuah penghambaan total terhadap Dzat Yang Menciptakannya, melalui pengabdian hidup-mati untuk Islam yang mencerahkannya, untuk kemanusiaan yang jadi citra kemuliaannya, dan untuk rakyat yang menjadi Ibu kandungnya.

    Islam yang secara das sollen, merupakan ajaran yang mencerahkan dan membebaskan bahkan berkemampuan mentransformasikan masyarakat manusia ke arah kehidupan yang lebih manusiawi secara hakiki—sebagaimana secara par excelence ditauladankan oleh Rasulullah Saw.. Dalam ranah das sein mutakhir justru tampil sebaliknya. Islam telah mengalami pembiasan yang distortif, hingga telah menjelma menjadi ajaran yang tak berdaya-kuasa dan berdaya-guna. Kecuali ia menjadi objek intelectuall exercising bagi kaum terpelajar, alat menjustifikasi ‘diskursus’ dominan para cendikiawan, instrumen politik tentatif bagi para politisi, komoditas komersial bagi para agamawan, candu psikologis bagi kaum kaya, dan barang mainan kaum apatis. Islam dalam konteks sedemikian telah mengalami degradasi menjadi objek penghidupan manusia, dan bukan subjek kehidupan manusia. Maka wajar jika lantas Ummat pemeluknya menjadi terlempar dari pusat sejarah dan peradaban dunia. Termarginalkan secara politis, terhimpit secara ekonomis, tertekan secara budaya, terkooptasi secara intelektual, dan bahkan tertindas secara militer.

    VISI
    Realitas sebagaimana terurai, menstimulasikan lahirnya visi reflektif yang mempertautkan kenyataan kemanusiaan mutakhir dengan idealisme sejati Islam. Yakni bahwa Islam mesti dikembalikan peranannya menjadi titik-sentrifugal sejarah manusia. Islam mesti dikembalikan fungsinya menjadi nucleus hidup manusia baik secara personal maupun komunal. Islam mesti kembali direvitalisasi perannya menjadi medium revolusi untuk penghacuran sistem sosial-politik yang tiranik. Islam mesti diperteguh daya emansipasi historisnya agar menjadi sumber inspirasi perlawanan terhadap penjajahan dan pemerasan. Islam mesti dipertajam arah geraknya menjadi neraca aktif bagi lahirnya tatanan sosial yang beradab dan berkeadilan.

    Dalam bingkai pikir ini—Islam berupaya dihadapkan dengan secara dialektis vis a vis realitas sosio-historis agar tampil secara aktual sebagai solusi bagi masalah dan tantangan duniawi. Upaya ini, kian memperoleh relevansinya di tengah tatanan global yang tengah mengalami proses dehumanisasi secara massif. Yakni sebuah proses laten yang tercipta akibat agresifitas kapitalisme global sehingga mendorong bermetamorfosisnya imperialisme klasik menjadi neo-imperialisme.

    MISI
    Beranjak dari refleksi sosial dan latar normatif-ideologis sebagaimana terurai, Episentrum Pengkajian Islam dan Riset Sosial (EMPIRIS), meneguhkan misi profetik-liberatifnya sebagai berikut:

    1.
    Ijtihad: upaya eksplorasi intelektual untuk melakukan reinterpretasi dan redefinisi inovatif terhadap realitas sosial maupun realitas tekstual Islam secara profetik dan kontekstual.
    2.
    Da’wah: upaya mengorientasikan kesadaran masyarakat menuju bentuk kesadaran tawhid berwatak kaaffah, yakni komprehensif, integratif, dan kritis-transformatif.
    3.
    Amar Ma’ruf Nahy Munkar: upaya mengafirmasi pola perilaku sosial, politik, ekonomi, maupun budaya masyarakat yang positif dengan nilai Islam seraya mengkoreksi pola perilaku destruktif yang berlawanan secara diametral dengan nilai-nilai Islam.
    4.
    Jihad: Upaya kolektif berorientasi tsawrah dalam rangka melawan kekuatan-kekuatan agresif yang tak berkenan atas Islam sebagai sistem kepengurusan dunia, demi wujudnya tatanan sosial yang titah Ilahi Rabbi dan Sunatin-Nabi menjadi sistem nilainya.

    ORIENTASI
    Episentrum Pengkajian Islam dan Riset Sosial (EMPIRIS) mengorientasikan dirinya untuk menjadi katalisator terwujudnya Mulkiyah Alloh di muka bumi, dan bersama-sama menggalang kekuatan kolektif dari potensi-potensi yang telah sejak lama berada dipangkuan Ummat Islam.

  15. assalamualaikm sobat….salam juga dari kami sobat…

    semoga perjuangan ni tetap terus berjalan…..tak ada kata lelah utk terus maju sobat……

    semoga Allah memberikan kemudahan atas jalan kita…..

    terima kasih telah berkunjung…..

    salam kenal dari kami….dari negeri seberang….

  16. Assalamu’alaikum.wr.wb.

    Bapak Syaiful apa kabarnya? Semoga Bapak dan keluarga selalu ada dalam lindungan Allah swt. Amin.

    Perkenalkan, Nama saya Fitriani dari Rumah Zakat Indonesia. Saya bertugas sebagai ZIS Consultant Online Rumah Zakat Indonesia. Apabila Bapak dan keluarga berminat mengamanahkan zakat, sedekah, donasi untuk program Healthcare, Educare, Youthcare, dan Ecocare atau berminat menjadi orang tua asuh melalui Rumah Zakat, saya siap membantu. Rumah Zakat Indonesia menawarkan kemudahan dalam berzakat dan berdonasi.

    Insya Allah saya juga akan membantu Bapak dalam memberikan informasi mengenai zakat yang Bapak sampaikan melalui Rumah Zakat Indonesia. Silahkan email saya di fitriani_im@rumahzakat.org atau untuk YM di fitriani_rzi@yahoo.com.

    Terima kasih atas perhatian Bapak terhadap Rumah Zakat Indonesia. Mudah-mudahan harta yang senantiasa kita belanjakan di jalan Allah akan menjadi pahala yang berlimpah.
    Wa’alaikumsalam wr.wb


    Fitriani
    ZIS Consultant RZI
    Jl. Turangga 25 C Bandung-Indonesia
    Phone : +62 22 733 2407
    Fax : +62 22 733 2478
    Mobile : +62 857 4059 1659

    Mail : fitriani_im@rumahzakat.org
    ID YM : fitriani_rzi

    http://www.rumahzakat.org

  17. Assalamualaikum, salam kenal ya pak, anggota Blogger Bertuah juga ya pak. sama dong, hehehehee….Blognya bagus pak, sangat informatif, banyak ilmu nya

    • Terima kasih atas kunjungannya. saya tidak tau saya ini anggota apa tidak yang jelas saya sudah copy Banner Blogger Bertuah. di Pekanbaru tinggal dimana?

  18. Salam kenal juga Pak Syaiful,
    Terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
    Transfer Factor bisa membantu penyembuhan berbagai macam penyakit Pak, yaitu penyakit yang disebabkan oleh sistem imun yang lemah, juga sistem imun yang terlalu kuat.
    Contohnya dari alergi, bronchitis, kanker, jantung, lupus, dan banyak yang lainnya.
    Untuk keterangan lebih lanjut, saya sudah mengirimkan data-data ke email bapak.
    Terima kasih Pak.

    Sonya – http://www.transferfactoruntukwanita.wordpress.com

  19. Salam kenal kembali. Blog saya itu ya punya orang Aceh. Salam sejahtera atas kita semua smoga selalu dalam lindungan Allah SWT. amin
    Gimana Pak saiful, kita tukeran link ya? udah saya add blog bapak and di add juga ya?

  20. Assalamu’alaikum…
    Mas / Pak Syaiful🙂
    kunjungan balik sambil bawa keripik singkong..

    tukerin link boleh ya pak🙂
    *saya panggil Pak saja ya*

    semoga silaturrahmi kita bisa tetep terjalin pak..
    sering2 maen ke rumah saya ya pak..🙂
    terima kasih pak syaiful🙂

    salam kenal🙂

  21. Assalamua’laikum. kejadian, di Pekan baru, tersebut memilukan, imformasinya sangat bermanfaat bagi orang tua, agar anak-anak selalu di awasi dalam bermain.

  22. Terims ya telah berkunjung ke blog saya. Ini kunjungan baliknya. Dan salam kenal juga…. Moga2 talian silaturahim akan tetap selalu terjaga….🙂

  23. Usul pak Saiful:
    1. Mohon mangap pak, Kompetisi blog Fajar seraya kan sudah diumumkan, apa nggak sebaiknya bannernya dihilangken biar nggak nipux blogger baru…
    2. Kok widget Mr Alexanya dobel sih? (sidebar-1 n 2)
    ^O^

  24. Assalammualaikum..
    Terima kasih telah mengunjungi blog saya pak….blog bapak sepertinya sudah profesional sekali…Bagusss
    Smoga perkenalan ini menjadikan penambahan khasanah cakrawala berfikir pak, merubah mind set ke arah yg lebih baik…amin
    thx..

  25. wah-wah bang ioul hebat akang nih luar biasa kang aku salut deh ama akang , wahhhhh wahhh wah calec heibabat nih jangan lupakan daku juga raktyat ya bang ipul … ini istrinya penyanyi dangdut ya… hahaha gmana kabar teman -teman kita , masih banyak kontek ga itu alber danus kakak kelas ya terus akmaludin aku udah lupa semua , siramadan sekarang dimana , juga syaiful amin , terus , tengku, indra wijaya , arius syukri aku sangat terharu nih pul bisa ketemu kita difb salam hangat selalu ya jngan lupoa kontak terus
    Balas dari indra temanmu yg buat pemancar tabung hahaha

    • terimakasih saya tidak akan lupa sama kamu. saya sudah lama mencari alamat kamu di jawa. kata saudara mu, indra bekerja di rumah sakit. perna saya ke daerah berebes tapi saya lupa mencari alamat mu. salam ukhuwah dari sahabat mu syaiful. sering ya buka blog saya

      • Assalamualikum bang………
        Selamat menunaikan ibadah puasa………..
        untuk informasi amalan-amalan yang disyariatkan pada bulan suci ramadhan kunjungi blog saya (www.ibnumajjah.wordpress.com)

  26. Assalamu’alaikum Wr. Wbr.

    Happy Ramadhan Pak Syaiful dan Salam Kebangkitan Media Laskar Hijau, forum boleh di hack, login page boleh diblokir tapi semangat pantang mundur, sekali layar terkembang pantang bersurut langkah…hilang satu media tumbuh seribu media perjuangan berikutnya…Mohon dukungan dan Arahannya Pak.

    Salam untuk keluarga di Pekanbaru dan Tetap Semangat !

    Wassalamu’alaikum Wr. Wbr.

    • Wassalamu’alaikum Wr. Wbr.

      terima kasih anda sudah berkunjung ke blogsite saya yang sederhana ini. saya sangat setuju, sekali layar terkembang pantang bersurut langkah untuk mundur. Syukron..

      • Syukron pak atas dukungannya, semoga kita senantiasa istiqomah dan tetap semangat.

        Salam spesial jg buat nanda hana…maaf nih baru mulai konsen lg u giatkan media, semoga bermanfaat

        Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

        Salam Juang
        Saudaramu di lereng semeru

      • Assalamu’alaikum,

        Mampir lagi nih Pak. Saya mengajar di SMPN 1 Sukanagara, Cianjur, Jawa Barat. Blog SMP NF sudah saya kunjungi, bagus blognya.
        Nanti blog Bapak saya link ya.

        Salam buat keluarga

  27. Assalamu’alaikum wr wb.
    Salam kenal dari puskesmas tanjung pinang Kota Jambi, puskesmas kita berlokasi di Jambi…kebetulan nama puskesmasnya sama dengan tanjung pinang Riau…hanya kesamaan nama saja…gitu pak
    wah…blognya keren juga pak iful….bravo deh..

    • Wassalamu’alaikum wr wb.

      Terima kasih atas kunjungan balinya. dan terima kasih juga akan informasinya.
      sama-sama selamat juga untuk anda muda-mudahan menjadi puskesmas top
      Bravo lagi untuk semuanya yang ada di puskesmas. salam ukhuwah darisaya sekeluarga.

  28. Assalamu’alaikum,
    Pak, ada amanah dari KangBoed untuk membagi-bagikan award yang saya terima. Award ini dalam rangka menjalin silaturahmi kita agar semakin erat.
    Kalau berkenan bisa Bapak jemput di tempat saya.
    Terima kasih.
    Salam.

    • Wassalamu’alaikum, Wr. Wbr.

      terima kasih atas nugerahnya Award. insya Alloh nanti saya akan berkunjung. salam juga untuk KangBoed. salam kompak selalu. syukron..

  29. Assalamu’alaikum,

    Selamat ‘Idul Adha, mohon maaf lahir dan bathin jika ada salah kata.

    Sampaikan salam hangat selalu pada keluarga dirumah.

    Wassalam, @Haniifa.

    nb:
    Sekalian mohon izin nge-roll blog ini…:mrgreen:

  30. Sobat…..!
    Aku datang dengan sejuta harap
    Menanti setetes embun pagi
    tuk singkirkan keringnya hati
    tuk tautkan harap
    sambungan uluran tangan
    sembari teriakkan gempitanya torehan tinta

    Sobat…..!
    Kusambangi dikau
    dengan untaian kata tak bermakna
    ukirkan indahnya rumah megahmu
    semoga kamu teringat slalu
    tuk jenguk rentanya gubukku
    sekedar torehkan tinta emasmu
    dihalaman BULENTIN tak bermaknaku
    agar jadi penyejuk hatiku!

    Sobat…..!
    Salam knal buatmu slalu
    ku tunggu kunjungmu di http://guspur.wordpress.com/
    agar harapku tak lagi layu.

  31. selaMat sore kak,,.
    wah Blognya Rame bgt yac…bole dikasih tips2 nya donk kak,..masi newbie nich..hehe,
    ditunggu blasannya yach..

    terima kasiiih.., salam

  32. Assalamualaikum…
    Ini Kunjungan balasan saya ya pak..
    Artikelnya up to date , blognya ramai. nih pak, Tamunya penuh sekali.

    Terima kasih atas kunjungan ke blog saya.
    Salam Kenal, pak Syaiful

  33. Assalamualaikum…sekedar kunjungan balasan..semoga tali silturrahim terjalin….saya pasangdi blog rol saya ya..? boleh ga….? dan izin copas juga…Trims…Wassalam..

    • Wassalamualaikum Wr. Wbr.
      silahkan pak, mudah mudahan tali silturrahim terjalin, dan kalu mau juga silahkan pasang link banner saya. bapak tinggal kpi kodenya saja lagi.

  34. assmualaikum,
    Terima kasih telah berkunjung, kunjungan balik.
    Ok pak Maju terus and sukses selalu.
    Salam untuk keluarga.
    Wassalam.

  35. terimakasih utk artikel ini. saya sedang mendalami arti warna bagi setiap bangsa. oleh sebab itu ijinkan tulisan ini sebagai salah satu referensinya. salam hangat utk anda dan keluarga.

  36. Mercylove adalah sarana sosial yang menghubungkan orang-orang dengan teman dan rekan mereka lainnya yang bekerja, belajar, dan hidup serta berbagi foto di sekitar mereka.dan segera Daftar ke http://www.mercylove.com serta Bergabung dengan Mercylove untuk terhubung dengan teman-teman di sekitar anda dalam fitur : chatting, Bloger, Forum, Event, Games, Group, Album Photo, camschatter Serta applikasi lainnya.

  37. welcome to Mercylove
    situs mercylove adalah sarana sosial indonesia yang menghubungkan orang-orang dengan teman dan rekan mereka lainnya yang bekerja, belajar, dan hidup serta berbagi foto di sekitar mereka dalam fitur : chatting, Bloger, Forum, Event, Games, Group, Album Photo, Iklan gratis Serta applikasi lainnya >>> segera Daftar ke http://www.mercylove.com/signup

  38. Assalamu’allaikum
    Salam Ukhuwah..
    kunjungan balik neh bang syaiful..
    untuk link bang syaiful sdh kami tempatkan di blogroll
    demikian jg link kami mohon utk di tautkan
    trims bang sblm nya
    wasslm..

  39. salam kenal dari saya pak,
    pendatang madiun yg baru belajar ngeblog,
    senang bisa berguru dengan Bapak,
    link sdh saya tempel

  40. Kesaksian Dan Kisah Nyata Mantan Terroris Dan Militan Islam PLO Palestina Walid Shoebat Masuk Kristen : “Islam Menghasilkan Kekerasan”
    “Walid Shoebat: Mengapa Saya Meninggalkan Jihad ?”

    Kesaksian Walid Shoebat..
    “Saya teringat pada satu kesempatan di Betlehem ketika para penonton yang penuh sesak di sebuah bioskop bertepuk-tangan dengan sukacita saat menonton film 21 Hari di Munich. Saat kami melihat orang-orang Palestina …membunuh atlet-atlet Israel, kami…berteriak,’Allahu Akbar!’Sebuah slogan sukacita”.
    Salah-satu kekuatan yang paling dahsyat di dunia adalah kesaksian yang mengubah hidup. Sebagaimana Parvin dan Homa Darabi, Walid Shoebat juga mengalami jahatnya terorisme karena ia pernah menjalaninya – pada kenyataannya, ia mempraktekkannya. Sewaktu remaja, ia membom sebuah bank di Tanah Suci dan turut serta memukuli seorang tentara Israel. Ketika istrinya yang beragama Katolik menantangnya untuk mempelajari Alkitab, hatinya yang keras kemudian menjadi lembut saat ia belajar tentang anugerah, rekonsiliasi, dan kasih yang diberikan melalui pengorbanan Yesus Kristus. Sekarang Walid menyerukan perlunya toleransi beragama dan kebebasan pribadi. Dan ia berusaha keras, berjalan dari seorang teroris menjadi seorang yang anti teroris.
    Kisah Walid Shoebat dengan tajam menunjukkan pada kita apa yang akan terjadi di lingkungan kita jika kita tidak menghentikan terorisme Islam. Ia meninggalkan Islam dengan alasan yang jelas: Islam menghasilkan kekerasan. Ia takut jika kita yang hidup di dunia Barat dan negara-negara non-Muslim lainnya tidak bersatu sekarang, kita akan menghadapi kekerasan Islam yang lebih dahsyat di kemudian hari. Saat itu terjadi, itu tidak terjadi di suatu tempat di seberang lautan – itu akan terjadi di dalam komunitas kita sendiri.
    Mengapa Saya Meninggalkan Islam ?
    Saya lahir dan dibesarkan di Beit Sahour, Betlehem, di Tepi Barat, dalam sebuah keluarga berada. Kakek dari pihak ayah saya adalah seorang mukhtar, atau kepala suku, di desa itu. Ia adalah sahabat dari Haj-Ameen Al-Husseini, Mufti Agung Yerusalem dan sahabat dekat Adolf Hitler. Kakek dari pihak ibu saya, F.W.Georgeson, di sisi lain, adalah sahabat dekat Winston Churchill, dan pendukung keras terbentuknya negara Israel, walau saya tidak terlalu menyadari akan hal ini sampai bertahun-tahun kemudian dalam hidup saya. Saya dilahirkan pada salah satu hari raya penting Islam, yaitu hari kelahiran Nabi Muhammad. Ini adalah suatu kehormatan besar untuk ayah saya. Untuk merayakan hari itu, ia menamai saya Walid, yang berasal dari kata bahasa Arab mauled, yang artinya “kelahiran”. Itu adalah cara ayah saya untuk mengingat kenyataan bahwa putranya dilahirkan pada hari yang sama dengan kelahiran nabi terakhir dan terbesar dari semua nabi.
    Ayah saya adalah seorang Muslim Palestina yang mengajar bahasa Inggris dan studi Islam di Tanah Suci. Ibu saya adalah seorang Amerika yang menikahi ayah saya pada tahun 1956 ketika ayah saya sedang studi di Amerika. Karena mereka takut akan pengaruh dari gaya hidup Amerika terhadap anak-anak mereka, saat ibu saya sedang mengandung saya, orang-tua saya pindah ke Betlehem, yang pada waktu itu adalah bagian dari Yordania. Itu terjadi pada tahun 1960.Tak lama setelah orang-tua saya tiba di Betlehem, saya dilahirkan. Ketika ayah saya berganti pekerjaan, kami pindah ke Arab Saudi dan kemudian kembali ke Tanah Suci – kali ini ke dataran terendah di muka bumi: Yerikho.Saya dibesarkan dan belajar bagaimana membenci namun diselamatkan melalui teladan mengasihi yang ditunjukkan oleh ibu saya yang adalah orang Amerika, yang paham soal belas kasih, keadilan, dan kebebasan.
    Saya tidak pernah melupakan lagu pertama yang saya pelajari di sekolah.Judulnya adalah : “Orang-orang Arab Kekasih Kami dan Orang-orang Yahudi Anjing-anjing Kami”. Waktu itu saya baru berumur 7 tahun. Saya ingat waktu itu saya bertanya-tanya siapakah orang Yahudi itu, namun bersama dengan teman-teman sekelas saya, saya mengulangi kata-kata itu tanpa benar-benar memahami apa arti yang sebenarnya.
    Saya dibesarkan di Tanah Suci, saya mengalami beberapa pertempuran antara Arab dan Yahudi. Pertempuran pertama, ketika kami masih tinggal di Yerikho, adalah Pertempuran Enam Hari, ketika orang Yahudi menaklukkan Yerusalem tua dan sisa “Palestina”. Sulit sekali menggambarkan betapa hal ini sangat mengecewakan dan mempermalukan orang Arab dan kaum Muslim di seluruh dunia.
    Konsul Amerika di Yerusalem datang ke desa kami tidak lama sebelum perang itu terjadi untuk mengevakuasi semua orang Amerika di wilayah itu. Oleh karena ibu saya adalah orang Amerika, mereka menawarkan bantuan kepada kami, tapi ayah saya menolak bantuan apapun dari mereka, karena ia mencintai negerinya. Saya masih ingat banyak hal selama perang itu – suara ledakan bom yang berlangsung berhari-hari dan bermalam-malam selama 6 hari, penjarahan toko-toko dan rumah-rumah oleh orang-orang Arab di Yerikho, orang-orang mengungsi menyeberangi Sungai Yordan karena takut terhadap orang Israel.
    Perang itu dinamai demikian karena hanya berlangsung dalam 6 hari. Orang Israel memperoleh kemenangan atas pasukan multi-nasional Arab yang menyerang dari banyak front. Hanya pada hari ke-7 peperangan ini, Rabbi Shalom Goren, ketua rohaniwan pasukan Pertahanan Israel, mengeluarkan pernyataan yang bergema dishofar, mengumumkan kontrol Yahudi atas Tembok Barat dan kota tua Yerusalem. Banyak orang Yahudi menghubungkan peristiwa ini paralel dengan kejadian yang dicatat dalam Alkitab ketika Yosua dan bangsa Israel menaklukkan Yerikho. Yosua dan orang Israel mengelilingi tembok Yerikho selama 6 hari, dan pada hari yang ke-7, mereka mengelilingi tembok itu 7 kali. Para imam membunyikan shofar bersamaan dengan orang-orang Israel berteriak dengan satu suara. Tembok pun roboh dan orang Israel menguasai kota itu.
    Seusai perang, bagi ayah saya di Yerikho, seakan-akan tembok itu telah roboh langsung menimpanya. Selama perang, ia duduk lengket dengan radio mendengarkan stasiun radio Yordan. Ia selalu berkata bahwa orang-orang Arab akan memenangkan perang itu – tapi ia mendengarkan stasiun radio yang salah. Stasiun radio Israel mengabarkan kebenaran mengenai kemenangan telak mereka. Namun ayah saya memilih untuk mempercayai orang Arab yang mengklaim bahwa orang-orang Israel – selalu – berbohong, mengumumkan propaganda palsu. Banyak diantara kita sekarang yang tentunya masih ingat menteri informasi Saddam, yang dikenal dengan “Baghdad Bob”, dan semua klaim liar dan laporan palsu yang diteriakkannya beberapa hari setelah kejatuhan Baghdad? Dalam dunia Islam, nampaknya ada hal-hal yang tidak pernah berubah.
    Kemudian, pindah kembali ke Betlehem, dan ayah saya memasukkan kami ke sebuah sekolah Anglikan-Lutheran agar dapat menguasai pelajaran-pelajaran bahasa Inggris. Saudara saya laki-laki dan perempuan, dan saya sendiri adalah satu-satunya orang Muslim di sekolah itu. Kami bertiga dibenci. Terutama bukan karena kami orang Muslim, tetapi karena kami setengah Amerika. Walaupun itu adalah sekolah Kristen, sekolah itu masih memiliki jejak kekristenan yang berwarna Islam yang mempengaruhi banyak orang Kristen Palestina hingga saat ini. Agar dapat diterima – dan kadangkala hanya supaya bisa tetap hidup – banyak orang Kristen di negara-negara yang didominasi Islam mengadopsi sikap benci yang dimiliki orang Muslim di sekeliling mereka terhadap Israel, Amerika dan dunia Barat. Karena kami separoh Amerika, guru-guru seringkali memukuli kami sementara murid-murid Kristen menertawakan hal itu.
    Akhirnya, ayah saya memindahkan saya ke sekolah pemerintah dimana saya mulai bertumbuh kuat dalam Islam. Saya diajari bahwa suatu hari penggenapan sebuah nubuat kuno oleh Nabi Muhammad akan terjadi. Nubuat ini menceritakan suatu peperangan dimana Tanah Suci akan kembali ditaklukkan Islam dan eliminasi orang Yahudi akan terjadi dalam sebuah pembantaian massal. Nubuat ini ditemukan dalam banyak buku suci tradisi Islam yang dikenal dengan Sahih Hadith. Tradisi ini berbunyi sebagai berikut, dan merupakan pola pikir semua pengikut Islam radikal”
    “[Muhammad berkata:] Saat terakhir tidak akan datang kecuali orang Muslim memerangi orang Yahudi dan orang Muslim akan membunuh mereka hingga orang Yahudi menyembunyikan diri di balik batu atau pohon dan berkata: Muslim, atau hamba Allah, ada orang Yahudi di belakang saya; datang dan bunuhlah dia; tetapi pohon Gharqad tidak akan berkata, karena itu adalah pohon orang Yahudi”. (Sahih Muslim Buku 041, Nomor 6985). Jika ditanya dimana pembantaian itu akan dilaksanakan, tradisi mengatakan bahwa itu akan terjadi di “Yerusalem dan daerah sekelilingnya”.
    Selama masa remaja saya, seperti ayah, saya selalu menyesuaikan diri dengan Islam dan apa saja yang diajarkan guru-guru Muslim kepada kami. Saya, seperti halnya teman-teman sekelas saya pada umumnya, sangat terinspirasi oleh visi Muhammad yang gelap dan penuh darah. Saya menyerahkan hidup saya untuk jihad, atau perang suci, untuk memenuhi penggenapan nubuat ini. Saya ingin menjadi bagian dari tercapainya rencana Muhammad, ketika Islam akan memperoleh kemenangan terakhir atas orang Yahudi dan akhirnya – tanpa halangan lagi – memerintah dunia. Ini adalah ideologi para mentor saya, dan ketika saya telah meninggalkan paham fanatik ini, jutaan orang di Timur Tengah masih mempercayainya, dan mereka masih berjuang untuk menjadikannya sebuah realita.
    Selama masa remaja saya, sering ada kerusuhan di sekolah menentang apa yang kami sebut sebagai pendudukan Israel. Sedapat-dapatnya saya berperan sebagai penghasut dan penggerak. Saya bersumpah untuk memerangi musuh Yahudi, percaya bahwa dengan melakukannya saya sedang melakukan kehendak Tuhan di atas bumi. Saya tetap setia pada sumpah saya saat saya memerangi tentara Israel dalam setiap kerusuhan. Saya menggunakan berbagai alat yang ada untuk menghasilkan kerusakan dan sakit yang sebesar-besarnya. Saya berunjuk rasa di sekolah, di jalanan, dan bahkan di Temple Mount di Yerusalem. Selama sekolah menengah, saya adalah pemimpin aktivis yang memperjuangkan Islam. Saya akan mempersiapkan pidato-pidato, slogan-slogan, dan menulis grafiti anti Israel sebagai usaha untuk memprovokasi murid-murid lain untuk melempari tentara-tentara Israel yang bersenjata dengan batu. Gema bergemuruh teriakan-teriakan kami masih jelas dalam ingatan saya:
    Tidak ada damai atau negosiasi dengan musuh!
    Darah dan jiwa kami kurbankan untuk Arafat!
    Darah dan jiwa kami kurbankan untuk Palestina!
    Matilah Zionis!
    Impian saya adalah untuk mati sebagai sahid, seorang martir untuk Islam. Pada saat berunjuk rasa saya akan membuka baju saya berharap untuk ditembak, tetapi karena orang Israel tidak pernah menembaki tubuh, saya tidak pernah berhasil. Ketika gambar-gambar sekolah diambil, saya dengan sengaja berpose dengan wajah yang cemberut mengantisipasi bahwa pada koran berikut wajah sayalah yang akan dimuat sebagai martir berikutnya. Banyak kali saya hampir terbunuh waktu unjuk rasa siswa dan kerusuhan dengan tentara Israel. Jantung saya berdebam; tak ada yang dapat menyingkirkan keinginan saya –kebencian dan kemarahan saya – selain dari mujizat. Saya adalah salah seorang dari orang-orang muda yang mungkin anda lihat di CNN melempar batu dan bom molotov pada hari-hari Intifada atau “kebangkitan”. Pada waktu itu, saya akan membenci label itu; tapi sebenarnya saya adalah seorang teroris muda. Pencucian otak dengan paham Islam-Nazi oleh para guru dan imam – dalam keseluruhan budaya saya – mencapai pengaruh yang dicita-citakannya.
    Apa yang saya ketahui sekarang adalah bahwa saya tidak hanya meneror orang lain, tetapi dalam banyak hal, saya sedang meneror diri saya sendiri dengan apa yang saya percayai. Perjuangan utama saya adalah untuk mendapatkan nilai yang cukup – untuk membangun catatan teror yang hebat – agar disukai Allah. Saya hidup dengan takut akan penghakiman dan neraka dan berpikir bahwa hanya dengan bersikap jahat seperti itu saya mempunyai kesempatan untuk masuk janna(surga, atau nirwana). Saya tidak pernah yakin bahwa semua “perbuatan baik” saya dapat melebihi perbuatan-perbuatan jahat saya jika ditimbang pada Hari Penghakiman. Saya tidak hanya digerakkan oleh kemarahan dan kebencian, tetapi juga oleh rasa tidak aman dan ketakutan secara spiritual. Saya percaya pada apa yang telah diajarkan pada saya: cara yang paling pasti untuk meredakan kemarahan Allah terhadap dosa-dosa saya adalah dengan mati memerangi orang Yahudi. Mungkin, jika saya berhasil, saya akan diberi pahala tempat khusus di Surga dimana wanita-wanita cantik bermata besar akan memenuhi hasrat saya yang terdalam.
    Sulit untuk menggambarkan sampai pada tahap seperti apa pencucian otak yang dialami orang seperti saya, yang dibesarkan di bawah sistem pendidikan Palestina. Semua pihak berotoritas menyuarakan pesan yang sama: pesan Islam –jihad atau kebencian terhadap orang Yahudi – dan hal-hal yang seharusnya tidak berkuasa atas pikiran orang muda.
    Saya teringat satu kejadian di Sekolah Menengah Dar-Jaser di Betlehem saat sedang studi tentang Islam, ketika salah seorang teman kelas saya bertanya kepada guru apakah seorang Muslim diijinkan memperkosa wanita Yahudi setelah mengalahkan mereka. Jawabannya adalah, ”Wanita yang ditangkap dalam pertempuran tidak mempunyai pilihan dalam hal ini, mereka adalah gundik-gundik dan mereka harus menaati tuannya. Berhubungan seks dengan budak tawanan bukanlah “sebuah pilihan bagi para budak”. Ini bukanlah pendapat guru itu semata-mata, tetapi jelas sekali diajarkan di dalam Qur’an:
    “Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu”. Surah 4:24
    Dan juga dikatakan dalam Qur’an:
    “Hai Nabi, sesungguhnya kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang Mukmin”. Surah 33:50.
    Kami tidak mempermasalahkan soal Muhammad mengambil keuntungan dari hak istimewa ini saat ia menikahi sekitar 14 istri dan mempunyai beberapa budak wanita yang dikumpulkannya sebagai rampasan beberapa perang yang dimenangkannya. Kami tidak benar-benar tahu berapa banyak istri yang dimilikinya dan pertanyaan itu senantiasa merupakan hal yang kami perdebatkan.Salah seorang dari istri-istrinya diambil dari anak angkatnya sendiri, yaitu Zayd. Setelah Zayd menikahi wanita itu, Muhammad tertarik padanya. Zayd memberikannya kepada Muhammad, tetapi Muhammad tidak menerima pemberian Zayd itu hingga turunlah wahyu dari Allah. Istri-istri Muhammad yang lainnya adalah para tawanan Yahudi yang dipaksa menjadi budak setelah Muhammad memenggal kepala para suami dan keluarga mereka. Inilah hal-hal yang kami pelajari dalam studi kami mengenai Islam di sekolah menengah. Inilah orang yang harus kami teladani dalam segala hal. Inilah nabi kami, dan dari dia dan perkataannyalah kami belajar untuk membenci orang Yahudi.
    Saya teringat pada satu kesempatan di Betlehem ketika para penonton yang penuh sesak di sebuah bioskop bertepuk tangan dengan sukacita saat mereka menyaksikan film 21 Hari di Munich. Saat kami menyaksikan orang-orang Palestina melempar granat ke dalam helikopter dan membunuh para atlet Israel, kami semua – ratusan penonton – berteriak, “Allahu akbar!” sebuah slogan sukacita.
    Dalam suatu usaha untuk mengubah hati orang Palestina, stasiun televisi Israel menayangkan film dokumentasi mengenai Holocaust. Saya duduk dan menonton, menyoraki orang Jerman sambil makan pop corn. Hati saya begitu keras, mustahil bagi saya untuk mengubah sikap saya terhadap orang Yahudi, kecuali melalui “pencangkokan hati”.
    Oleh karena kemurahan Tuhan, saya memiliki sesuatu yang hanya dimiliki oleh sedikit dari teman-teman sekelas saya. Saya mempunyai seorang ibu yang berbelas kasih dan memiliki suara yang lembut – dengan sabar berusaha menggapai saya di tengah-tengah hiruk pikuk suara kebencian yang menulikan di sekitar saya. Ia berusaha mengajari saya di rumah tentang apa yang disebutnya dengan “rencana yang lebih baik”. Namun demikian, pada waktu itu apa yang diajarkannya hanya berdampak sedikit pada saya, karena tekad saya sudah teguh – saya akan hidup atau mati memerangi orang Yahudi. Tetapi seorang ibu tidak pernah menyerah.
    Saya tidak menyadarinya waktu itu, tetapi ibu saya telah dipengaruhi oleh sepasang misionaris Amerika. Ia bahkan telah dengan diam-diam meminta mereka untuk membaptisnya. Namun, ketika ia menolak untuk dibaptis di kolam yang penuh dengan ganggang hijau, pendeta misionaris itu harus meminta YMCA di Yerusalem untuk mengosongkan kolam yang dikhususkan untuk pria, dan kemudian ibu saya dibaptis disana. Tak seorang pun anggota keluarga kami mengetahuinya.
    Seringkali ibu mengajak saya mengunjungi berbagai museum di Israel. Ini berdampak positif pada saya dan saya jatuh cinta pada arkeologi. Saya terpesona pada arkeologi. Dalam banyak argumentasi saya dengan ibu, secara langsung saya katakan padanya bahwa orang Yahudi dan orang Kristen telah berubah dan memalsukan Alkitab. Ia menanggapinya dengan membawa saya ke Museum Gulungan Kitab di Yerusalem dimana ibu menunjukkan pada saya gulungan kuno kitab Yesaya – masih utuh. Ibu saya berhasil menyampaikan argumennya tanpa berkata-kata. Walaupun ibu berusaha mencapai saya dengan sabar dan lembut, saya tidak tergoyahkan. Saya akan menyiksanya dengan hinaan. Saya menyebutnya seorang “kafir” yang mengklaim bahwa Yesus adalah Anak Tuhan dan saya menyebut ibu “seorang penjajah terkutuk Amerika”. Saya menunjukkan padanya gambar-gambar di suratkabar tentang semua remaja Palestina yang telah menjadi “martir” sebagai akibat dari perselisihan dengan tentara Israel dan saya menuntut ibu untuk memberikan jawaban. Saya membencinya dan meminta ayah untuk menceraikannya dan menikahi seorang wanita Muslim yang baik.
    Di samping semua hal ini, ibulah – ketika saya dijebloskan ke Penjara Muscovite di Yerusalem – yang pergi ke konsulat Amerika di Yerusalem dan berusaha untuk mengeluarkan saya. Penjara Muscovite dulunya adalah kamp Rusia yang digunakan sebagai penjara pusat di Yerusalem bagi mereka yang kepergok menghasut orang untuk melakukan kekerasan terhadap Israel. Ibuku yang kekasih sangat kuatir akan arah hidup yang saya ambil sehingga rambutnya mulai rontok. Kekuatirannya bukannya tanpa alasan. Selama saya di penjara saya menjadi anggota kelompok teror Fatah milik Yasser Arafat. Tak lama kemudian, saya direkrut oleh seorang pembuat bom yang sangat terkenal dari Yerusalem yang bernama Mahmoud Al-Mughrabi.
    Sudah tiba saatnya bagi saya untuk melakukan yang lebih besar daripada sekadar protes dan membuat kerusuhan. Al-Mughrabi dan saya berencana untuk bertemu di Jalan Bab-El-Wad di Klub Bela Diri Judo-Star yang dikelola ayahnya di dekat Temple Mount di Yerusalem. Ia memberi saya bahan peledak yang rumit yang telah dirakitnya sendiri. Saya harus menggunakan bom – bahan peledak yang disembunyikan dalam seketul roti – untuk meledakkan cabang Bank Leumi di Betlehem. Mahmoud menolong saya menyelundupkan bom itu, seperti halnya Wakf Muslim – polisi agama di Temple Mount. Dari Temple Mount, saya berjalan keluar menuju podium dengan bahan peledak dan pengatur waktunya di tangan saya. Kami berjalan di sepanjang Dinding Ratapan dan menghindari semua titik pemeriksaan. Dari sana, saya berjalan ke stasiun bis dan naik bis ke Betlehem. Saya sudah sangat siap untuk menyerahkan hidup saya jika memang harus demikian. Saya berdiri di depan bank itu dan tangan saya sudah benar-benar siap untuk meledakkan bom di pintu depan, ketika saya melihat beberapa anak Palestina berjalan di dekat bank.
    Pada saat terakhir, saya malah melemparkan bom itu ke atap bank. Dan saya berlari. Ketika saya sampai di Church of the Nativity (gereja yang dibangun di tempat Yesus dilahirkan-Red), saya mendengar ledakan. Saya sangat ketakutan dan sangat depresi sehingga saya tidak dapat tidur berhari-hari. Saya hanyalah seorang remaja berusia 16 tahun. Saya bertanya-tanya apakah saya telah membunuh orang hari itu. Itulah kali pertama saya mengalami bagaimana rasanya memiliki tangan yang berlumuran darah. Saya tidak menikmati apa yang telah saya perbuat, tetapi saya merasa harus melakukannya karena itu adalah tugas saya.
    Kisah yang akan saya ceritakan pada anda berikut ini juga merupakan pergumulan. Itulah kali pertama saya berusaha untuk membunuh seorang Yahudi. Seperti jutaan belalang, batu-batu beterbangan dimana-mana saat kami bertikai dengan tentara Israel. Sekelompok orang dari pihak kami telah menyalakan api dengan cara membakar ban untuk digunakan sebagai blokade. Seorang tentara terluka kena lemparan batu. Ia mengejar anak yang telah melemparinya. Namun kami berhasil menangkap tentara itu. Bagaikan segerombolan binatang liar, kami menyerangnya dengan apa saja yang ada di tangan kami. Saya memegang pentungan dan saya menggunakan pentungan itu untuk memukuli kepalanya sampai pentungan itu patah. Seorang remaja lain memegang tongkat dengan paku-paku yang mencuat keluar. Ia terus memukuli kepala tentara yang masih muda itu hingga ia berlumuran darah. Kami hampir saja membunuhnya. Ajaibnya, seakan-akan dengan didorong ledakan adrenalin yang terakhir, dia lari sekencangnya menyeberangi blokade ban-ban berapi dan berhasil lolos ke seberang dimana para tentara Israel menggotong dan menyelamatkannya. Saya tidak tahu dari mana ia mendapatkan kekuatan itu. Tapi sekarang saya merasa senang karena ia berhasil melarikan diri. Sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, sulit sekali bagi saya mengekspresikan bagaimana saya sangat menyesal dan pedih jika mengingat bahwa saya pernah melakukan hal-hal seperti itu. Sekarang saya bukan orang yang sama seperti waktu itu.
    Setelah saya menyelesaikan sekolah menengah atas, orang-tua saya mengirim saya ke Amerika untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi. Saya masuk di sekolah yang kemudian dikenal dengan Loop College, yang terletak di jantung kota Chicago. Ketika saya tiba disana, saya langsung terlibat dengan banyak acara sosial politik yang anti Israel. Saya masih benar-benar percaya bahwa akan datang harinya dimana seluruh dunia akan tunduk kepada Islam dan kemudian dunia akan menyadari betapa dunia sangat berhutang kepada orang-orang Palestina yang telah mengalami banyak kehilangan oleh karena mereka adalah barisan terdepan dalam perang Islam melawan Israel.
    Loop College dipenuhi oleh berbagai organisasi Islam. Ketika saya berjalan ke kantin, rasanya seperti masuk ke sebuah kafe Arab di Timur tengah. Berbagai kelompok Islam beroperasi di luar jam sekolah pada waktu itu, tiap kelompok bersaing untuk merekrut siswa lain. Dengan segera saya mengabdikan tenaga saya untuk melayani sebagai seorang aktifis PLO – Organisasi Pembebasan Palestina. Secara resmi saya harus bekerja sebagai penerjemah dan konselor bagi siswa-siswa Arab melalui sebuah program Amerika yang disebut CETA (Comprehensive Employment and Training Act) dimana saya dibayar dengan bantuan dari pemerintah Amerika Serikat. Namun, sebenarnya, apa yang saya lakukan, meliputi menerjemahkan iklan-iklan untuk acara-acara yang bertujuan memenangkan simpati orang Amerika atas perjuangan Palestina. Kenyataannya, “memenangkan simpati” adalah ekspresi yang palsu. Kami berusaha untuk mencuci otak orang-orang Amerika – semua yang kami pandang sangat mudah tertipu. Dalam bahasa Arab, iklan-iklan untuk acara-acara semacam itu dengan terang-terang menggunakan jihadist, sebuah deskripsi anti semitis seperti: “Akan ada sungai darah…Datang dan dukunglah kami untuk mengirim siswa-siswa ke Selatan Libanon untuk memerangi orang Israel…” Di lain pihak, dalam versi bahasa Inggris, kami akan menggunakan deskripsi yang halus dan tidak merusak, seperti: “pesta budaya Timur tengah, datanglah dan bergabung dengan kami, kami akan menyajikan domba gratis dan baklava…” Waktu itu tahun 1970.
    Kemudian terjadilah Septembar Hitam.September Hitam adalah bulan yang dikenal di seluruh Timur Tengah sebagai saat ketika Raja Hussein dari Yordania bergerak menggagalkan sebuah usaha PLO di Yordania meruntuhkan kekuasaannya sebagai Raja. Banyak orang Palestina terbunuh dalam konflik yang berlangsung hampir setahun lamanya itu hingga bulan Juli 1971. Hasil akhir dari semua ini adalah pengusiran PLO dan ribuan orang Palestina dari Yordania masuk ke Lebanon.
    Tentu saja, konflik itu berkembang dan mempengaruhi berbagai organisasi siswa Arab di Loop College. Saya sangat kecewa dan frustrasi menyaksikan hal ini, karena saya menyadari bahwa tanpa persatuan, tujuan jihad di Amerika tidak akan berhasil. Pada saat itulah saya bergabung dengan Al-Ikhwan – Persaudaraan Muslim.
    Persaudaraan Muslim adalah organisasi yang membawahi sejumlah oraganisasi teroris lainnya di seluruh dunia. Saya tidak sendirian saat bergabung dengan Persaudaraan ini; ada ratusan siswa Muslim lain dari seluruh penjuru Amerika yang juga bergabung ketika itu. Saya percaya bahwa bekerja sebagai seorang aktifis untuk Persaudaraan Muslim adalah cara yang terbaik untuk membawa kesatuan diantara orang Muslim; bukan Muslim Palestina atau Muslim Yordania, melainkan satuummah Muslim – satu komunitas Muslim universal – di bawah satu payung Islam. Hingga akhirnya, seorang sheikhYordania bernama Jamal Said datang ke Amerika untuk merekrut siswa-siswa. Pertemuan perekrutan itu diadakan di gudang bawah tanah atau dengan menyewa kamar hotel. Para siswa Muslim berkumpul dari seluruh penjuru Amerika untuk menghadiri pertemuan itu dan mendengarkan Sheikh Jamal Said. Jamal memiliki status dan reputasi yang legendaris. Dia adalah sahabat Abdullah Azzam, yang terkenal di seluruh Timur tengah sebagai mentor dari Osama Bin Laden.
    Orang seringkali bertanya pada saya apakah menurut saya ada kelompok-kelompok sel teroris yang beroperasi di Amerika.Tidak diragukan lagi bahwa kelompok-kelompok itu memang ada. Sementara banyak mahasiswa Amerika di tahun 70-an bereksperimen dengan narkoba, memprotes pemerintah mereka, dan berpartisipasi dalam melahirkan gerakan “anak bunga”, mereka tidak memperkirakan adanya revolusi bawah tanah lainnya yang dilahirkan oleh para siswa Muslim radikal di seluruh negeri itu. Di dalam Islam, diajarkan bahwa jika seorang Muslim memasuki sebuah negara untuk menaklukkannya bagi Allah, ada beberapa tahapan sebelum mencapai “invasi” itu jika anda menginginkannya. Itu adalah tahap-tahap awal dari gerakan paling subversif yang akan dialami oleh negara itu. Itulah kelahiran gerakan jihadis di Amerika.
    Akhirnya saya pindah ke California, dimana saya bertemu dengan istri saya, seorang Katolik dari Meksiko. Saya ingin mentobatkannya kepada Islam. Saya mengatakan padanya bahwa orang Yahudi telah memalsukan Alkitab dan ia meminta saya untuk menunjukkan beberapa contoh pemalsuan itu. Ia menantang saya: ia menantang saya untuk mempelajari Alkitab itu sendiri supaya saya sendiri melihat apakah semua yang telah diajarkan kepada saya mengenai Alkitab dan orang Yahudi itu benar atau tidak. Itu membuat saya memulai sebuah perjalanan yang mengubah hidup saya secara radikal. Pada saat itu saya harus pergi membeli Alkitab dan saya mulai membacanya dan ada banyak sekali kata “Israel” di dalamnya. Kata yang paling saya benci itu ada dimana-mana di dalam kitab itu. Saya berpikir, bagaimana ini harus dijelaskan ? Saya mulai berpikir bahwa orang-orang Yahudi sesungguhnya tidak menyakiti kami tetapi kami membenci mereka dan menuduh mereka melakukan hal-hal yang mengerikan ini.
    Ini adalah sebuah perjalanan, yang dalam beberapa waktu lamanya hingga saya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya, lebih merupakan sebuah obsesi. Saya akan begadang sampai larut malam dan membaca dengan tekun kitab suci orang Yahudi dan Kristen ini. Saya membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saya mempelajari sejarah Yahudi. Saya berdoa dan menggumuli hal-hal yang saya temukan. Banyak hal dalam kepercayaan saya yang membentuk dasar-dasar cara berpikir saya yang Islami mulai bertumbangan. Karena dikonfrontasi dengan konflik yang jelas terlihat antara cara saya memandang dunia ini dan agama saya semenjak remaja dan kebenaran Alkitab yang menusuk, lalu saya berdoa mohon bimbingan Tuhan. Pada pertengahan tahun 1990, saya pergi ke reuni keluarga di selatan California, disana terjadi pertengkaran setelah saya membela tokoh Alkitab Rahel, yang disebut oleh paman saya sebagai “pelacur Yahudi”.
    “Kamu layak dimusuhi”, kata paman saya, dan mereka melemparkan saya keluar dari rumah.
    Saya sadar mereka tidak tahu apa-apa soal sejarah; apa yang mereka ketahui hanyalah propaganda yang dulu selalu diajarkan pada saya.
    Pertobatan saya membawa saya untuk meninggalkan kekerasan dan menjadi orang Kristen, tetapi untuk itu ada harga yang harus saya bayar: keluarga saya tidak mau mengakui saya lagi dan saudara saya sendiri mengancam akan membunuh saya karena telah meninggalkan Islam. Sekarang saya berharap bahwa dengan mengatakan kebenaran saya akan membuka mata orang banyak.
    Sekarang, saya adalah pendiri Yayasan Walid Shoebat. Misi hidup saya dan cita-cita saya adalah membawa kebenaran tentang orang Yahudi dan Israel ke seluruh dunia, sambil mengijinkan Kristus untuk menyembuhkan jiwa saya melalui pertobatan dan mengupayakan rekonsiliasi. Saya telah berketetapan untuk dengan tidak berlelah berbicara tentang Israel kepada ratusan ribu orang di dunia. Saya bersyukur kepada Tuhan karena Ia memberikan saya kesempatan untuk meminta pengampunan dan berekonsiliasi dengan orang Yahudi dimana pun di seluruh penjuru dunia. Kepada siapa pun yang mau mendengarkan, saya akan menceritakan kisah saya. Sebagai tambahan, walau ada banyak ancaman terhadap hidup saya – termasuk imbalan 10 juta Dollar untuk menangkap dan membunuh saya – saya terus berbicara menentang kebohongan-kebohongan Islam-Nazi yang dulu mengindoktrinasi saya. Jika mereka menangkap saya, saya akan terus bersuara.
    Ya, hari ini saya mengatakan pada dunia, Saya mengasihi orang Yahudi! Dan saya sangat percaya bahwa orang Yahudi adalah umat pilihan Tuhan yang bertujuan untuk memberi terang kepada orang-orang Arab dan juga seluruh dunia – jika mereka mengijinkan orang Yahudi menerangi mereka.
    Mengetahui kebenaran ini telah mengubah cara berpikir saya dari menjadi seorang pengikut Muhammad dan yang mengidolakan Adolf Hitler menjadi seorang yang percaya kepada Yesus Kristus, dari mempercayai kebohongan menjadi mengenal kebenaran, dari sakit secara spiritual menjadi dipulihkan, dari hidup dalam gelap menjadi melihat terang, dari terkutuk menjadi diselamatkan, dari keraguan kepada iman, dari benci menjadi kasih, dari perbuatan-perbuatan jahat kepada anugerah Tuhan di dalam Kristus.
    Inilah saya hari ini. Terpujilah Tuhan! Saya berharap dengan membaca kesaksian saya dan yang lainnya dalam buku ini anda mulai menyadari bahwa ada peperangan antara yang baik dan yang jahat, dan antara damai dengan terorisme, perselisihan antara kebebasan dan neo-fasisme. Sebagaimana yang saya katakan saya berbicara di Universitas Columbia: Hari ini saya berjuang untuk hak semua orang; saya berjuang untuk orang kulit hitam agar dibebaskan dari perbudakan, bagi orang Muslim agar bebas untuk bertobat kepada kekristenan, bagi orang-orang Yahudi yang menolak untuk menjadi Kristen, dan bagi orang-orang atheis untuk mendapatkan haknya menjadi orang atheis. Dan saya akan mati untuk hak kebebasan berbicara bagi semua orang di Amerika Serikat.
    Walid Shoebat
    Pendiri Yayasan Walid Shoebat
    Pengarang Mengapa Saya Meninggalkan Jihad dan Mengapa Kami Ingin Membunuh Anda.

  41. Waalaikumsalam Pak Saipul…
    Saya jg sudah lama sekali tdk kunjungi blog… makin hari infonya makin kritis aja… selamat terus membangun kota RIAU tercinta… dari Aceh hanya doa saja…🙂

  42. kunjungan balik pak🙂
    sekedar saran, ini comentar buat buku tamunya udah terlalu banyak, panjang sekali, ketika saya mau coment, mesti pencet panah ke bawah selama puluhan detik (hampir semenit), pasti akan cape jari kalo pake scroll down pake mouse ^^;
    mungkin sebaiknya diatur agar komentar yang terlihat dibatasi antara 50-100 saja agar ga terlalu panjang begini. hehe…
    sekedar saran pak, tentu saja boleh diterima dan tidak🙂

  43. minta ijin bertamu gan………klo ada sedikit teh manis dikluarkan lagi haus bnget neee habis jalan jauh ketempat ini…hehehehe salam persahablogger:-D berkunjung balik yaaah..hehehe

    salam kenal juga buat yang lain …..main2 ke blog saya yaa gan….!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s