MENINGKATKAN ETOS KERJA

Keberhasilan suatu usaha tergantung dari banyak factor. Dasar yang kuat dalam memulai dan menjalankanusaha sangat menentukan perjalanan dan tingkat keberhasilan usaha itu sendiri. Salah satu dasar yang menjadi bagian penting adalah ETOS KERJA dan ini berlaku untuk semua usaha dalam skala kecil maupun besar.

ETOS berasal dari bahasa Yunani, etos yakni karakter, cara hidup, kebiasaan seseorang, motivasi atau tujuan moral , seseorang sera pndangan dunia mereka, yakni gambaran, cara bertindakatau pun gagasan yang paling konprehensif mengenai tatanan. Etos kerja seseorang erat kaitanyadengan kepribadian , perilakudan karakternya. Sikap yang mendasar terhadap diri dan dunia di sekelilingnya. Sikap disini digambarkan sebagai prinsip masing masing individu yang sudah menjadi keyakinan dalam mengambil keputusan. Secara sederhanan etos kerja  merupakan totalitas seseorang dalam melakukan  atau menjalani sebuah pekerjaan

Etos kerja berhubungan dengan beberapa hal penting seperti, perencanaan yang baik, disiplin dan menghargai waktu, tanggung jawab, taktis dan efisien, serta semangat bersaing sehat. Banyak cara menumbuhkan etos kerja. Namun yang paling mendasar adalah menumbuhkan etos kerja harus dalam diri sendiri. Berikut beberapa cara yang bisa meningkatkan etos kerja.

1. Menumbuhkan Sikap Optimis

Dalam menjalankan usaha kita harus optimis yakin dengan perencanaan yang kita buat, yakin dengan peluang yang kita ciptakan dan yakin dengan strategi yang kita kembangkan. Sipat optimis ini membakar semangat dalam diri dan tidak berhenti sampai disitu, jika sudah memiliki rasa optimis yang kuat, peliharalah denhgan jalan terus memotivasi diri sendiri. Jangan sampai mengendur yang akibatnya dapat melemahkan semangat.

2. Jadilah diri sendiri

Dalam memotivasi pertama setiap orang dalam mendirikan usaha tidak selalu sama, namun yang terpenting jangan sampai memotivasi tersebut menjadi  bias, contoh ketika anda ingin menuru orang lain yang sukses, justru terjebak dengan kesussesannya saja. Anda ingin menjadi sukses tapi tidak melihat proses perjalanan menjadi sukses. Lebih baik jadi diri sendiri dengan segala persiapan dan kemampuan yang anda miliki.

3. Mulai hari ini

Menjadi orang yang lebih baik, tidak perlu menunggu besok, mulai sekarang. Jadikanlah diri anda yang terbaik sekarang juga. Buat dalam diri anda bahwa tidak ada waktu untuk bersantai santai. Setiap detik usaha anda memiliki nilai yang besar terhadap masa depan anda.

4. Disiplin dan menghargai waktu

Disiplin dalam menjalankan sesuatu memang terlihat mudah namun sulit dalam praktenya. Tetapi hanya anda sendiri yang bias mendisiplinkan diri anda. Jika anda mudah mendisiplinkan dengan hal-hal kecil maka akan mudah untuk hal yang lebih besar. Dengan terbiasa disiplin anda tentu sudah menghargai waktu.

5. Fokue dan konsentrasi

Fokus pada suatu tujuan mampu meringankan beban kerja anda. Konsentrasi tinggi diperlukan dalam melihat semua  peluang dengan mencari solusi. Agar konsentrasi tetap terjaga, dengan cara jangan lupa mengatur waktu istirahat anda baik pada malam hari maupun siang hari sehingga dapat meningkatkan kualitas usaha anda.

6. Bekerja sebagai ibadah

Yang terakhir tapi juga merupakan bahagian, jadikan pekerjaan atau usaha anda sebagai sarana beribada kepada tuhan.

Menjual Kulit Hewan Kurban, Bolehkah?

Oleh: Syamsuddin Muir

Setiap mendekati Idul Adha, pertanyaan yang sering muncul di tengah masyarakat adalah kedudukan hukum menjual kulit kurban.

Dan kedua, hukum membuat ibadah kurban untuk orang yang meninggal dunia. Karena beberapa hari lagi kita akan memasuki hari Idul Adha, maka ada perlunya membahas dua isu ini menurut pandangan fiqh Islam.

Berbagi Pahala

Rasulullah mengatakan, amalan yang paling disukai Allah pada hari Idul Adha adalah ibadah kurban. Hewan kurban akan datang pada hari kiamat lengkap dengan anggota badannya.

Sesungguhnya Allah menerima ibadah kurban itu sebelum darahnya mengalir di tanah. Maka bersihkan jiwamu dengan melaksanakan ibadah kurban (HR. al-Tarmizi). Derajat Hadis ini hasan, tidak lemah (Imam al-Mubarakfuri: Tuhfah al-Ahwazi:5/75).

Mayoritas ulama mengatakan bahwa satu kambing ibadah kurban mencukupi untuk satu keluarga.

Artinya bila seseorang menyembelih satu ekor kambing, maka satu keluarganya telah melaksanakan syiar Islam, dan satu keluarga mendapat pahala dari satu hewan kurban tersebut (Imam al-Nawawi: Kitab al-Majmu’:8/354).

Atha’ bin Yasar mengatakan, pada masa Rasulullah, seorang lelaki menyembelih satu ekor kambing untuk dirinya dan keluarganya (HR Imam al-Tarmizi).

Hal ini juga tersebut waktu Rasulullah menyembelih satu ekor kibas untuk dirinya, keluarganya, dan untuk umatnya yang tidak menyembelih hewan kurban (HR Imam Abu Dawud).

Ini yang dimaksud dengan berbagi pahala. Memang, satu ekor kambing hanya untuk satu orang saja. Tapi pahalanya bisa diniatkan juga untuk keluarganya dan sanak saudaranya, sebagaimana dilakukan Rasulullah.

Kurban Orang Meninggal

Ketika Hanasy bertanya kepada Ali bin Abu Thalib yang sedang menyembelih dua ekor kibas, Ali mengatakan bahwa itu kurban untuk Rasulullah yang berwasiat sebelum wafatnya (HR Imam Abu Dawud). Hadist ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Tarmizi.

Tapi Hadis ini tergolong lemah (dha’if), karena sanadnya yang bernama Syarik dan Abu al-Hasna’ adalah orang yang tidak dikenal.

Dan kata Imam Ibnu Hibban, Hanasy itu juga lemah ingatannya, maka Hadis-nya tidak bisa dipercaya (Syaikh Amin Mahmud Khattab: Fath al-Malik al-Ma’bud:3/7). Maka, Hadis ini tidak bisa dijadikan dalil kebolehan membuat ibadah kurban bagi orang yang meninggal.

Namun, ulama sepakat mengatakan kebolehan membuat kurban bagi mayat yang ada berwasiat untuk itu. Tapi, mazhab Syafi’i tidak membolehkan membuat kurban bagi orang meninggal yang tidak ada berwasiat untuk itu (al-Musu’ah al-Fiqhiyah:5/106).

Walaupun begitu, pernyataan Rasulullah yang memasukkan semua umatnya dalam satu hewan kurbannya itu memberikan isyarat kebolehan membuat kurban bagi orang yang telah meninggal. Karena, pada waktu Rasulullah mengucapkan itu, ada juga umatnya yang telah meninggal dunia. Itu artinya boleh dibuat kurban bagi orang yang meninggal (Imam Syam al-Haq Abadi: Aun al-Ma’bud:7/ 487).

Menjual kulit Kurban

Rasulullah minta tolong kepada Ali bin Abu Thalib menyembelih hewan kurbannya sebanyak 100 ekor unta. Rasulullah perintahkan kepada Ali memberikan daging dan kulit kurban itu kepada orang miskin. Dan Ali juga dilarang menjadikan bagian dari hewan kurban itu sebagai upah bagi penyembelih (HR. Imam al-Bukhari-Muslim).

Mayoritas ulama menjadikan Hadis ini sebagai dalil larangan bagi orang yang berkurban itu menjual daging dan kulit kurban. Dan juga tidak boleh kulit kurban itu dijadikan sebagai upah bagi penyembelih hewan kurban (Imam al-Nawawi: Kitab al-Majmu’:8/398).

Larangan menjual kulit kurban itu diperkuat lagi dengan hadis Qatadah bin al-Nu’man, bahwa Rasulullah membolehkan orang yang berkurban memakan daging kurban. Tapi Rasulullah melarang menjual kulitnya (HR Imam Ahmad). Syaikh Hamzah Ahmad al-Zain mengatakan hadis ini derajatnya hasan, tidak lemah (Imam Ahmad: al-Musnad:12/493).

Larangan menjual kulit kurban bagi orang yang berkurban itu diperkuat lagi dengan hadis Abu Hurairah dari Abdullah bin Iyasy al-Mashri, Rasulullah menegaskan bahwa orang yang menjual kulit kurbannya, maka tiada lagi pahala ibadah kurbannya.

Walaupun menurut penilaian Imam Abu Dawud bahwa Abdullah bin Iyasy itu perawi lemah, tapi Imam al-Hakim mengatakan hadis ini sahih (al-Mustadrak:2/495). Dan Imam al-Baihaqi juga menyebutkan hadis ini dalam kitab Ma’rifah al-Sunan Wa al-Atsar (14/60), dan dalam kitab al-Sunan al-Kubra (9/294).

Namun begitu, satu riwayat mengatakan bahwa Imam Hanafi membolehkan orang yang berkurban menjual kulit hewan kurban dengan cara menukarnya dengan barang lain, bukan ditukar dengan uang, agar tidak nampak makna menjual (Imam al-Shan’ni: Subul al-Salam: 4/329).

Tapi, pendapat mazhab Hanafi itu bertentangan dengan hadis yang melarang orang yang berkurban menjual kulit hewan kurbannya. Karena, penukaran kulit kurban dengan cara barter itu juga termasuk dalam kategori perdagangan (jual beli).

Jelas, larangan itu hanya ditujukan kepada orang yang berkurban. Dan orang yang menerima pemberian daging atau kulit kurban tidak dilarang menjualnya.

Panitia Kurban

Pada masa dahulu, penyembelihan hewan kurban dilakukan secara individu, tanpa ada masjid membentuk panitia kurban. Al-Barra’ bin Azib mengatakan, setelah selesai melaksanakan salat Idul Adha, mereka pulang ke rumah, lalu memotong hewan kurban (HR Bukhari dan Muslim).

Sekarang, untuk membantu dan menyadarkan umat melaksanakan ibadah kurban, maka berbagai masjid bersedia membentuk panitia kurban. Dan kedudukan panitia kurban itu hanya sebagai wakil dari orang yang berkurban.

Solusinya, para anggota kurban memberikan (sedekah) semua kulit kurban itu kepada pihak panitia. Maka, kulit kurban itu menjadi milik panitia, lalu boleh saja panitia menjualnya untuk kepentingan mereka. Wallahu a’lam.***

Syamsuddin Muir, Dosen UIR dan Wakil Ketua Tanfiziyah  PWNU Riau (RiauPos)

SECARIK KERTAS UNTUK ANAK DIDIKKU

Untuk anakku,

Nak, masihkah engkau mengingatku? Ibu guru yang tiga tahun menjadi wali kelasmu.

Kini ibu telah tua, tangan, kaki, dan wajah ibu kini telah keriput dan tak kencang seperti dulu kala. Suara ibu kini kecil bahkan terdengar serak.

Belum lagi dengan langkah ibu yang semakin lambat, lebih lambat dari seekor kura-kura yang sering ibu ceritakan sebelum kalian belajar. Mata ibu buram, bahkan terkadang gelap dan tak mampu untuk melihat.

Tapi Ibu masih mengingatmu nak, satu dari 44 orang anak yang menjadi anak didik ibu.

Anakku.. kau sudah ku anggap seperti anakku sendiri. Jari-jari kecilmu yang selalu ibu genggam saat  turun hujan. Suaramu gemetar di kala terdengar suara petir menyambar. Ibu masih mengingatnya nak. Masihkah engkau seperti itu?

Kau membuat ibu menangis saat perpisahan kelas tiba. Kala itu kau masih kelas tiga. kau menjadi perwakilan kelas tiga untuk tampil didepan panggung. Ibu terkejut saat mendengar bait-bait perkataanmu.

“Ibu, kami sayang ibu. Kakak kelas enam juga sayang ibu, adik kelas satu, kelas dua, semua sayang ibu. Ibu baik, tapi lain kali tolong ajarkan kami berpidato ya bu.”

Saat itu serentak orang-orang menertawakanmu, kau turun panggung dan menangis ke arahku. “Ibu, aku tak pantas mewakili kelas, aku minta maaf ya bu.”

Nak, tahukah kamu? Kata-katamu itu menyayat hati ibu, itulah yang dinamakan ketulusan.

Semenjak kejadian itu, kau terus menerus berlatih menyampaikan pidato. Kau ingin menunjukkan kepada orang yang menertawakanmu bahwa mereka telah melakukan hal yang salah.

Tiba saatnya kau mengakhiri masa SD mu disini. Benar. Kau berpidato dan orang-orang takjub kepadamu.

Ibu bangga kepadamu sayang, kejadian yang sama terjadi. Turun dari panggung kau menangis dan menghampiriku. Kali ini perkataanmu berbeda, kau berterima kasih pada ibu. Tangisanmu kala itu kembali menyayat hatiku.

Ketika kau memasuki bangku SMP, walaupun ibu sudah tidak lagi menjadi gurumu, tapi ibu tak pernah berhenti mencari tahu perkembanganmu.

Kau pintar, semua berbicara seperti itu. Sampai di bangku SMA, kau masih menjadi murid kebanggaan ibu.

Nak, ibu bahagia sekali ketika mendengar kau melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Saat ke 44 teman sekelasmu dulu tak bisa untuk melanjutkannya.

Saat kau lewat dengan tas besar di pundakmu. Ibu selalu berkata, “Itu muridku, murid kesayanganku.”

Ibu terlalu bangga terhadapmu nak, kau lulus dan melanjutkan S2. Ibu dengar kau melanjutkannya ke Amerika, ibu semakin bangga terhadapmu.

Pulang dari negeri Paman Sam, ibu dikejutkan dengan berita diangkatnya kamu menjadi petinggi negara. Nak, kebanggaan bagi ibu dan sekolah kita memiliki murid yang kini menjadi pejabat. Kini ibu sudah semakin tua, ibu ragu dengan pendengaran ibu.

Dua minggu yang lalu, ibu mendengar di televisi tapi ibu harap itu salah. Ibu tak menginginkan hal itu terjadi.

Nak, benarkah kau seorang koruptor? Nak, tolong jelaskan pada ibu kalau itu semua salah. Anak kebanggaan ibu tak mungkin seperti itu.

Ibu tak mau melihat televisi, ibu tak mau keluar rumah. Semua orang menjelekkanmu nak, ibu sedih ketika mendengar anak ibu dicaci maki.

Sampai suatu ketika, keluar pengakuan dari mulutmu bahwa kau telah melakukan kekejian itu. Ya Allah nak, hati ibu sakit. Ibu tak pernah mengajari kamu untuk mencuri. Ibu tak pernah menyuruh kamu untuk mengambil hak orang lain.

Kemana kamu yang dulu nak? Ibu mengajari kamu berpidato, bukan untuk mencuci otak orang dengan berbagai kebohongan.

Nak, tidakkah kamu berfikir pertanggungjawaban ibu di akherat kelak? Kamu murid ibu nak, murid kebanggaan ibu. Sekaligus murid yang telah mengecewakan hati ibu.

Sumber : Islampos.com

HANYA KARENA 20 SEN

TERSEBUTLAH kisah, seorang Imam yang dipanggil ke suatu tempat untuk menjadi Imam di sebuah masjid. Ia pun hendak berangkat ke tempat itu, telah menjadi kebiasaan, Imam tersebut selalu menaiki bus untuk pergi ke masjid.

Pada suatu hari, selepas Imam tersebut membayar tiket dan duduk di dalam bus, dia tersadar saat kondektur bus tersebut memberikan uang kembaliannya.

Namun ternyata uang itu lebih dari yang harus ia bawa, sebanyak 20 sen.

 Sepanjang perjalanan Imam tersebut memikirkan tentang uang 20 sen tersebut.

“Perlukah aku mengembalikan uang 20 sen ini?” Imam tersebut bertanya kepada dirinya.

“Ah… pemilik bus ini sudah kaya, rasanya hanya uang sebesar 20 sen tidak akan menjadi masalah. Untuk membeli bensin pun tidak akan cukup,” hati kecilnya berkata-kata.

Sesampainya di masjid, Imam itu pun segera menghentikan bus dengan membunyikan bel. Bus pun berhenti.

Namun, saat akan turun Imam itu merasakan kaku tubuhnya. Seketika itu juga ia berhenti berjalan dan berpaling kepada kondektur bus, sambil mengembalikan uang 20 sen yang tadinya takkan dia kembalikan.

“Tadi, kamu memberikan uang kembalian terlalu banyak kepada saya,” kata Imam kepada kondektur bus.

“Oh, terima kasih! Kenapa dikembalikan pa? padahal uang 20 sen itu sangat kecil nilainya,” tutur kondektur bus.

Sang Imam pun menjawab, “Uang tersebut bukan milik saya, sebagai seorang muslim saya harus berlaku jujur.”

Kondektur bus tersebut tersenyum dan berkata, “Sebenarnya saya sengaja memberi uang kembalian lebih sebanyak 20 sen, saya ingin tahu kejujuran anda wahai Imam. Saya sudah berkali-kali berfikir untuk

 memeluk Islam.”

Imam tersebut turun dari bus dan seluruh jasadnya menggigil kedinginan. Imam tersebut berdoa sambil menadah tangan,

“Astaghfirullah! Ampunkan aku ya Allah, aku hampir-hampir menjual harga sebuah iman dengan 20 sen.”

Kini, banyak sekali orang yang dengan mudahnya menukar keimanan dengan beberapa bungkus mie atau sedikit beras. Hanya untuk mengenyangkan perut, tanpa mengingat balasan yang akan didapat di dunia ataupun di akhirat.

Banyak orang yang tidak sadar, uang yang dia konsumsi akhirnya akan menjadi nyala api di akhirat kelak. “Sedikit kok,” mungkin begitulah tadinya para petinggi yang menyalahgunakan uang umat.

Tapi akhirnya godaan setan terus memperdengarkan nyanyian neraka lalu tergoda kembali untuk mengambil uang yang bukan haknya sedikit demi sedikit.

Sumber : islampos.com

SIASAT JITU ANGGREK MEMIKAT SERANGGA

Yang memiliki sifat-sifat yang demikian itu ialah Allah, Tuhan kamu; tidak ada Tuhan selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al-An’aam:102)

Mana mungkin sekuntum bunga bisa menyadari kecenderungan seekor serangga? Apakah mungkin bunga membuat rencana agar serangga jatuh ke dalam perangkapnya serta mengubah dirinya agar cocok dengan tujuan ini? Tidak dapat diragukan lagi, tidak mungkin bunga atau serangga menjalankan taktik atau siasat sedemikian hanya berdasarkan keinginan dan akalnya sendiri.

Semua ini menunjukkan bukti nyata akan keberadaan Allah SWT. Allah SWT meliputi segala sesuatu dalam pengetahuan-Nya, dan semua orang yang memahami hal ini akan segera melihat kehebatan yang ada dalam penciptaan. Baca lebih lanjut

GRASI CORBY MELUKAI RASA KEADILAN DAN BUKTI TIDAK SERIUSNYA PEMERINTAH MEMBERANTAS NARKOBA

Bulan-Bintang.Org-Pemerintahan SBY  kembali membuat keputusan yang kontroversial.Keppres tentang grasi Schapelle Corby (34), warga Australia, mendapat kritikan dari berbagai kalangan.Keputusan  Presiden memberikan grasi dinilai bertentangan dengan semangat pemerintah untuk menumpas peredaran narkoba di Indonesia.Selain itu grasi yang di berikan kepada Corby melukai rasa keadilan,  dimana disatu sisi pemerintah melakukan pengetatan pemberian remisi, asimilasi dan pembebasan bersyarat untuk kasus narkoba tapi disisi lain pemerintah memberikan   grasi kepada  Corby.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang, Abdurrahman Tarjo, SH , Jumat  (25/05/2012) ketika ditemui di Markas Besar Partai Bulan Bintang Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta, mengatakan pemberian grasi  dari Presiden SBY kepada Corby itu jelas melukai rasa keadilan. Kebijakan itu dibuat dengan tidak mempertimbangkan perasaan  ribuan nara pidana narkoba yang remisi, asimilasi dan pembebasan bersyaratnya tidak diberikan karena adanya kebijakan moratorium remisi yang dibuat oleh Kementerian Hukum dan Ham.

“Selama ini kita mendengar bahwa pemerintah serius melakukan pemberantasan peredaran narkoba. Tapi  tiba-tiba ada kebijakan memberikan grasi kepada terpidana narkoba. Kebijakan ini meneguhkan kembali bahwa pemerintah memang tidak konsisten menjalankan kebijakannya sendiri” tegas Abdurrahman Tarjo.

Menurut Abdurrahman Tarjo, kalau pemerintah mengeluarkan keputusan grasi ini karena untuk menarik simpati pemerintah Australia agar melepaskan warga negara RI yang ditahan di Australia, ini menunjukkan betapa lemahnya negosiasi dengan Australia.” Tahanan kita di Australia itu adalah nelayan yang memang tidak mengerti tapal batas dan posisinya masih tahanan  dan belum  proses hukum,  boleh jadi mereka adalah orang-orang yang tidak bersalah, kemudian ditangkapin. Jadi pemerintah SBY sekarang ini tidak memiliki daya tawar yang kuat dengan pihak Australia ” lanjut Abdurrahman.  (sam-pbb).

Sumber Berita : bulan-bintang.org

MINGGU 27 MEI 2012 MOMENTUM TEPAT MENGUKUR ARAH KIBLAT

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama, menyatakan bahwa berdasarkan data astronomi, pada Minggu, 27 Mei 2012, pukul 16:18 WIB atau 17:18 WITA, matahari melintas tepat di atas ka’bah. Akibatnya, bayang-bayang setiap benda yang berdiri tegak lurus di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah.

“Pada saat matahari benar-benar berada di atas Ka’bah, semua benda yang berdiri tegak bayangannya akan mengarah ke Ka’bah atau yang dikenal dengan istilah Roshdul Qiblat,” tegas Jauhari.

Roshdul Qiblat merupakan momentum yang tepat untuk mengukur arah kiblat dengan mudah bagi wilayah-wilayah yang dapat melihat matahari pada saat peristiwa itu terjadi. Namun, peristiwa ini tidak berlangsung lama.

Kepada kaum muslimin, Jauhari menghimbau agar memperbaiki arah kiblatnya sesuai arah bayang-bayang benda.

Jauhari juga mengingatkan bahwa hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyesuaikan arah kiblat adalah: pertama, memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau mempergunakan lot/bandul; kedua, permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata; dan ketiga, jam pengukuran harus disesuaikan dengan RRI atau Telkom. (mkd)

Sumber beruta : kiblatindonesia.com

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: