Home

Oleh : Syaiful
Penerimaan Siswa Baru (PSB) sudah dimulai. Banyak orang tua yang mengeluhkan biaya PSB, mulai dari proses seleksi yang dianggap tidak jelas, biaya pakaian terlalu tinggi bahkan ada yang menuntut agar warga yang bermukim di sekitar sekolah harus diprioritaskan.

Pokoknya masalah masalah PSB sangat kompleks. Kalau di sekolah swasta masih wajar ada dana pembangunan, tetapi kalau di sekolah negeri ada uang ini itu, tentu jadi tanda tanya: Mengapa PSB di sekolah negeri harus membayar juga?

Iklan pendidikan gratis yang sering ditayangkan di televisi menjadi kontra dengan fenomena di lapangan. Seakan-akan pendidikan sudah gratis, tapi kenyataanya biaya pendidikan yang harus di keluarga orang tua semakin banyak.

Bisa dikatakan bahwa pendidikan gratis itu hanya muatan politis saja, terkait dukung mendukung atau bagi seorang kepala daerah sebutan pendidikan gratis sebagai obral janji, sebab kenyataanya tidak demikian.

Makna pendidikan gratis jadi Abu-abu, alias tidak jelas. Sebab, kepala daerah menyatakan ada, sementara di lapangan tidak ada. Makna gratis kadang diartikan hanya dalam hal-hal tertentu saja, sementara biaya lainnya tetap saja dipungut ke orang tua, mulai dari beli buku, beli ini dan itu.

Logika masyarakat bahwa gratis itu adalah gratis segalanya, tidak ada pungutan sepeser pun. Inilah yang seharusnya mendapat perhatian pemerintah, bahwa pengertian bahwa gratis berbeda dengan asumi masyarakat.

Perbedaaan pandangan ini seharusnya jangan diperlebar tetapi dirapatkan sehingga muncul satu kesamaan pandangan bahwa pengertian pendidikan gratis itu adalah seperti ini, bukan seperti itu.

Jika memang belum semuanya gratis seharusnya sebutkan saja pada publik bahwa pendidikan kita belum gratis, tetapi sejumlah item-item tertentu gratis —disubsidi pemerintah melalui dana BOS dan dana lainnya.

Di saat Pilpres kini isu pendidikan sangat laris, baik oleh “team sukses” atau bukan “team sukses”. Namun kenyataanya pendidikan kian mahal, jadi bisa saja Capres yang menggulirkan pendidikan gratis ini malah dirugikan.

Bisa dikatakan pendidikan mulai jenjang TK, SD, SMP, SMA dan perguruan tinggi semakin mahal. Kalau tidak percaya, bandingkan pendidikan masa Orde Baru dengan saat ini. Mungkin dapat anda rasakan bagaimana bedanya.

Memang tak baik membanding-bandingkan antara saat ini dengan masa lalu, antara pemerintah saat ini dengan masa lalu, tetapi tidak salah apa yang kita rasakan ini seharusnya menjadi catatan para pemilik kebijakan di negeri tercinta ini, sehingga biaya pendidikan dapat dijangkau semua warga.Bukankah pendidikan itu hak seluruh warga negara?
Semakin banyak informasi pendidikan gratis yang disampaikan ke masyarakat, semakin membingungkan rakyat pula.

Mudah-mudahan rakyat saat ini semakin pintar dan tidak lagi memerlukan informasi yang dibagun untuk kepentingan politis sesaat.

Iklan

14 thoughts on “IKLAN PENDIDIKAN GRATIS DI SAAT PENERIMAAN SISWA BARU

  1. Setuju pak, saya sangat setuju dengan postingan bapak diatas, bahwa rancangan sekolah murah apalagi gratis, nampaknya tersaring dan tidak sampai ke tingkat bawah.
    Hari ini saya baru mengalami apa yang di ulas Pak Syaiful diatas. Untuk mendaftarkan anak saya ke SMA Negeri agar nantinya tidak akan banyak mengeluarkan biaya ini dan itu dikemudian hari, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Disamping biaya resmi yang di tetapkan oleh pihak sekolah yang cukup tinggi, ternyata masih ada beberapa oknum guru yang memanfaatkan situasi ini. Hari ini saya sangat kecewa mendengar aduan dari istri melalui telepon selularnya, dengan suara bergetar menahan rasa kesal dan kecewa, istri saya menuturkan kepada saya.
    Saya berkeyakinan bahwa ini adalah ulah dari oknum sekolahnya pak, karena sudah jelas-jelas kepala sekolahnya sendiri berani menyebutkan angka, bagi siapa saja bilamana putranya tidak lulus dalam seleksi. Dengan demikian bisa jadi yang pintar dengan NEM yang cukup tinggi tidak bisa diterima, ketibang yang berduit api NEMnya paling jongkok.

    • Terima kasih anda sudah mengunjungi BLOGSITE saya. mudah-mudahan apa yang anda alami ini dapat di baca oleh pemimpin negeri ini dan ini juga menjadi masukan untuk Bapak-Bapak kita. salam ukhuwah untuk semuanya.

    • Terima kasih atas kunjungannya. betul kita sangat sayangkan pemerintah itu tidak siap. kalau menurut saya jalan keluarnya pemerintah tidak usah membuat sekolah gratis tetapi cukup menyediakan sekolah murah. salam ukhuwah dari Pekanbaru

  2. Saya rasa slogan sekolah gratis itu bak bahasa iklan aja. Sangat salah kalo dibilang gratis. Bahkan sewaktu ada kesempatan wawancara dengan dua kepala dinas (kota dan provinsi), mereka menjadi “agak” kelabakan menjawab istilah pendidikan gratis.
    Seharusnya pemerintan memikirkan hal itu, karena slogan yg mereka berikan itu salah satu edukasi juga ke masyarakat….yg buktinya, skg sudah tertanam dg istilah sekolah gratis.
    Begitu dengar penjelasannya, masyarakat bisa langsung mengambil kesimpulan kalau pemeritah kita berbohong. Kan naif jadinya

  3. Assalamualaikum wr.wb.

    betul pak, sekolah gratis menjadikan mayarakat yang miskin dan kaya disamakan ,dengan kata lain digebyah uyah……dan sekolah sekolah tidak bisa berbuat banyak, terimakasih. salam kenal
    Wasalam….

  4. Gak usah bingung dapat tugas sekolah tentang visual basic. kami menyediakan contoh kode kode visual basic yang mudah dan praktis dan sangat lengkap dengan tutorial atau buku panduan. silahkan ambil dengan gratis dan cepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s